Historic Moment: Karantina Babel kawal UMKM ekspor daun ketapang ke tiga negara
Historic Moment: Ekspor Daun Ketapang UMKM Bangka Belitung ke 3 Negara
Historic Moment – Pangkalpinang mencatatkan pencapaian luar biasa bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kepulauan Bangka Belitung. Selama Semester I tahun 2026, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan telah mendampingi pelaku usaha lokal dalam mengekspor daun ketapang. Ekspor ini menjangkau tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Historic Moment ini menandai langkah penting bagi UMKM Bangka Belitung di kancah global.
Herwintarti, Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyampaikan pencapaian yang menggembirakan. Dalam pernyataannya di Pangkalpinang pada hari Jumat, ia mengungkapkan bahwa total volume ekspor daun ketapang mencapai 665,14 kilogram selama enam bulan pertama tahun ini. Historic Moment ini menunjukkan adanya pertumbuhan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, meskipun terdapat fluktuasi kecil dalam volume pengiriman.
Peran Strategis Karantina sebagai Akselerator Ekspor
Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengawasan, tetapi juga berperan aktif sebagai akselerator ekspor. Lembaga ini terus memperkuat pembinaan kepada para pelaku usaha agar komoditas unggulan daerah dapat bersaing di kancah internasional. Historic Moment ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan institusional dapat membuka peluang baru bagi UMKM lokal.
Herwintarti menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lebih banyak UMKM untuk menembus pasar ekspor. Dengan demikian, nilai tambah bagi perekonomian daerah akan semakin meningkat secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan sektor perdagangan luar negeri.
“Pada Semester I tahun ini, UMKM berhasil mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman,” ujar Herwintarti.
Data Ekspor dan Tren Positif di Masa Depan
Berdasarkan data yang tercatat dalam sistem Best Trust atau Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology, volume ekspor Semester I 2026 mencapai 665,14 kilogram. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian ini menunjukkan penurunan sebesar 2,8 persen dengan total 646,41 kilogram. Meskipun terjadi penurunan, tren ini tetap dianggap positif oleh pihak Karantina. Historic Moment ini menjadi fondasi untuk ekspansi lebih lanjut.
Informasi dari pelaku usaha juga menyebutkan bahwa pesanan masih berjalan aktif di bulan-bulan berikutnya. Hal ini menjadi indikator optimisme bahwa permintaan pasar internasional terhadap daun ketapang asal Bangka Belitung akan terus meningkat. Dalam waktu dekat, UMKM lokal berencana kembali mengekspor komoditas ini ke negara Inggris sebagai salah satu pasar utama mereka.
“Capaian ekspor pada Semester I tahun ini sebanyak 646,41 kilogram atau turun sekitar 2,8 persen dibandingkan semester yang sama tahun sebelumnya, dengan negara tujuan yang sama. Informasi dari pelaku usaha, pesanan masih berjalan di bulan berikutnya,” jelasnya.
Kegunaan Daun Ketapang dalam Industri Akuarium
Lukman, salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam ekspor ini, menjelaskan bahwa negara importir memesan daun ketapang dalam bentuk kering dengan ukuran yang disesuaikan sesuai permintaan. Produk ini sangat populer sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, khususnya bagi ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa. Kandungan zat tanin dalam daun ketapang memiliki kemampuan untuk menurunkan dan menstabilkan pH air.
Selain itu, daun ketapang juga dikenal memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang efektif. Zat-zat alami ini membantu menyembuhkan luka pada ikan dan menjaga kesehatan lingkungan akuarium. Lukman berharap sinergi bersama Karantina dalam memberikan dukungan bagi pelaku UMKM dapat terus berlanjut bahkan berkembang. Historic Moment ini membuka peluang bagi UMKM untuk merambah komoditas lainnya di masa mendatang.
“Sinergi bersama Karantina dalam memberikan dukungan bagi pelaku UMKM saya harap dapat terus berlanjut bahkan berkembang, sehingga mampu merambah ke komoditas lainnya di masa mendatang,” kata Lukman.
Pengembangan ekspor daun ketapang ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha secara individu, tetapi juga berkontribusi positif terhadap perekonomian regional. Dengan dukungan fasilitas dan pengawasan yang memadai dari Karantina, UMKM Bangka Belitung semakin siap menghadapi tantangan pasar global. Historic Moment ini menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan UMKM lokal. Ke depan, diharapkan jumlah komoditas yang diekspor dapat terus bertambah, serta variasi produk juga semakin beragam untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional yang terus berkembang.
