KESDM: RI berpeluang besar jadi pusat produksi hidrogen di Asia

Indonesia Berpotensi Jadi Hub Hidrogen Asia: KESDM Ungkap Peluang Besar di Era Transisi Energi

Visi Indonesia sebagai Pusat Produksi dan Perdagangan Hidrogen

Indocrowdfunding.com – KESDM – Jakarta mencatat perkembangan signifikan dalam sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk menduduki posisi sebagai pusat produksi, perdagangan, serta pengembangan hidrogen di kawasan Asia. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM, Prahoro Nurtjahyo, pada hari Rabu di Jakarta. Faktor-faktor pendorong utama meliputi pertumbuhan produksi hidrogen rendah karbon, percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, dan lonjakan permintaan baik dari pasar domestik maupun ekspor.

Sesuai dengan pernyataan resmi yang disampaikan, kondisi saat ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di posisi strategis. “Dengan semakin berkembangnya produksi hidrogen rendah karbon, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya permintaan domestik maupun ekspor, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi, perdagangan dan pengembangan hidrogen di kawasan Asia,” jelas Prahoro Nurtjahyo. Pernyataan ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap potensi sumber daya alam dan posisi geografis Indonesia di kancah energi global.

Transisi Energi Menuju Fase Baru

Dunia saat ini sedang mengalami transformasi fundamental dalam sektor energi. Perubahan paradigma tersebut tidak lagi terbatas pada pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan semata. Fokus kini meluas untuk menghadirkan solusi energi bersih bagi berbagai sektor yang selama ini sulit melakukan dekarbonisasi. Sektor-sektor tersebut mencakup industri berat, pelayaran internasional, logistik, serta sistem transportasi darat dan laut.

Hidrogen muncul sebagai salah satu solusi krusial dalam konteks ini. Komoditas ini mampu menghubungkan tiga pilar utama, yaitu sektor energi, industri, dan transportasi, ke dalam satu ekosistem yang rendah karbon. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang efektif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca secara menyeluruh.

Dukungan terhadap Target Net Zero dan Astacita

Bagi Indonesia, pengembangan hidrogen memiliki dimensi strategis yang lebih luas. Selain menjadi bagian dari upaya mencapai target net zero emission, inisiatif ini juga mendukung agenda pembangunan nasional secara komprehensif. Tiga pilar utama yang didukung adalah kemandirian energi, penguatan hilirisasi industri, serta peningkatan daya saing ekonomi nasional di tingkat global.

Prahoro进一步强调,这一发展不仅服务于气候目标,还与总统普拉博沃·苏比安托的阿斯塔西塔(Astacita)愿景相一致。”Pengembangan hidrogen bukan hanya mendukung percepatan net zero emission 2060, tetapi juga sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi, memperkuat hilirisasi industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” jelasnya. Visi ini menekankan pentingnya kemandirian energi dan penguatan industri dalam negeri melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal.

Regulasi dan Pembangunan Ekosistem Terintegrasi

Pemerintah Indonesia telah menetapkan arah pengembangan hidrogen melalui dokumen strategis bernama Roadmap Hidrogen dan Ammonia Nasional (RHAN). Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional juga menjadi landasan hukum penting. Kebijakan tersebut menempatkan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari energi baru yang berperan dalam mendukung proses dekarbonisasi sektor industri, ketenagalistrikan, dan transportasi.

Namun demikian, keberhasilan industri hidrogen tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi hidrogen, melainkan juga pada pembangunan ekosistem yang terintegrasi. “Keberhasilan industri hidrogen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi hidrogen, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem yang menghubungkan produksi, penyimpanan, distribusi, dan pemanfaatan hidrogen secara terintegrasi,” ujar Prahoro. Komponen-komponen ini harus bekerja secara sinergis untuk memastikan rantai nilai hidrogen berjalan efisien dari hulu ke hilir.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang mendukung seluruh tahapan, mulai dari produksi hingga pemanfaatan akhir. Hal ini akan memastikan bahwa hidrogen dapat menjadi solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar global.