Danantara Pastikan Dukung Proyek Pembangunan PSEL di Kota Jambi

Kota Jambi menjadi fokus perhatian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam upaya mendorong pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Direktur Project and Stakeholder Management Danantara, Maulana Muhammad, mengungkapkan bahwa proyek ini akan memasuki tahap lelang pada bulan April hingga Mei 2026, dan diikuti dengan peletakan batu pertama di tahun yang sama.

“Proyek PSEL dirancang sebagai pusat pengolahan sampah skala besar dengan kemampuan mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari, yang menghasilkan listrik serta fasilitas pendukung seperti pabrik Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), serta area hijau untuk lingkungan,” ujarnya.

Kota Jambi telah dinyatakan sebagai daerah prioritas nasional, sehingga percepatan proyek menjadi prioritas. Danantara berkomitmen untuk memastikan progres proyek sesuai rencana, dengan target operasional tidak lebih lambat dari tahun 2028.

Direktur itu menambahkan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan lahan sekitar 21 hektare di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo. Namun, tantangan utama masih terkait dengan pasokan bahan baku sampah, yang saat ini hanya mencapai sekitar 450 ton per hari.

“Kolaborasi dengan wilayah sekitar diperlukan untuk memastikan pasokan sampah yang cukup, agar PSEL dapat beroperasi secara optimal dan menjadi solusi jangka panjang untuk pengelolaan limbah,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Jambi, Maulana, terus menyiapkan TPA Talang Gulo sebagai lokasi proyek PSEL. Tujuannya adalah mengatasi masalah sampah yang mendesak di kota tersebut sekaligus menciptakan energi terbarukan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.