New Policy: KAI Sumut perkuat keandalan sarana perkeretaapian melalui Balai Yasa

New Policy: KAI Sumut Perkuat Sarana Perkeretaapian

New Policy – Medan – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara secara konsisten meningkatkan kualitas dan keandalan sarana perkeretaapian yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan melalui pemanfaatan optimal Balai Yasa Pulubrayan sebagai fasilitas perawatan terpusat yang memiliki peran sangat strategis dalam menjaga performa seluruh armada kereta api. Selama periode Semester I tahun 2026, bengkel pusat ini telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan menyelesaikan perawatan berat terhadap sejumlah besar armada perkeretaapian. Melalui New Policy yang diterapkan, KAI Sumut menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan standar layanan transportasi rel.

Menurut data resmi yang dirilis, Balai Yasa Pulubrayan berhasil menyelesaikan perawatan berkala tingkat besar yang mencakup berbagai jenis sarana perkeretaapian. Pencapaian ini meliputi perawatan terhadap lima unit lokomotif, delapan belas kereta penumpang, seratus dua gerbong barang, tiga kereta pembangkit, serta satu unit peralatan khusus. Angka-angka ini menunjukkan skala operasional yang signifikan dari fasilitas tersebut. Setiap unit yang dirawat melalui proses ini memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang serta efisiensi pengangkutan barang di Sumatera Utara.

Peran Strategis dalam Mendukung Layanan Transportasi

Anwar Yuli Prastyo, yang menjabat sebagai Manager Humas KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim di Balai Yasa Pulubrayan. Dalam pernyataannya di Medan pada hari Jumat, ia menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan manifestasi nyata dari dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh seluruh personel di fasilitas tersebut. Anwar juga menambahkan bahwa New Policy yang diterapkan telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas perawatan sarana perkeretaapian.

“Tercatat sepanjang Semester I 2026, Balai Yasa Pulubrayan berhasil menyelesaikan perawatan berkala tingkat besar yang meliputi lima unit lokomotif, 18 kereta penumpang, 102 gerbong barang, tiga kereta pembangkit, serta satu unit peralatan khusus,” kata Anwar Yuli Prastyo.

Lebih lanjut, Anwar menekankan bahwa melalui pendekatan perawatan yang terencana dengan baik dan dilaksanakan secara profesional, Balai Yasa memegang peranan krusial dalam mendukung pencapaian target angkutan penumpang maupun barang di wilayah Sumatera Utara. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi rel di Indonesia. Dengan adanya New Policy ini, setiap proses perawatan dilakukan dengan standar yang lebih tinggi dan lebih terukur.

Sejarah Panjang dan Keunikan Operasional

Sejarah Balai Yasa Pulubrayan dapat ditelusuri hingga era Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), sebuah perusahaan kereta api yang beroperasi di Sumatera Utara pada masa kolonial. Fasilitas ini mulai beroperasi secara resmi pada tahun 1915 dan kini telah genap berusia 111 tahun dalam mengabdi sebagai tulang punggung perawatan sarana perkeretaapian di Sumatera Utara. Usia yang panjang ini mencerminkan konsistensi dan keandalan fasilitas tersebut dalam menjalankan fungsinya. Selama lebih dari satu abad, Balai Yasa telah menjadi simbol kemajuan transportasi rel di Indonesia.

Yang membedakan Balai Yasa Pulubrayan dari depo sarana lainnya adalah karakteristik perawatannya yang lebih komprehensif. Berbeda dengan Depo Lokomotif Medan atau Depo Kereta dan Gerbong Pulubrayan yang hanya menangani perawatan ringan harian dan bulanan, Balai Yasa Pulubrayan berfungsi sebagai bengkel pusat yang menampung beragam jenis sarana untuk menjalani perawatan berat atau overhaul. Proses ini memerlukan keahlian teknis tinggi dan peralatan modern untuk memastikan setiap komponen kereta api berfungsi optimal.

Proses perawatan berat ini dilakukan secara terjadwal setelah sarana beroperasi dalam kurun waktu tertentu, yaitu setelah 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan, hingga 72 bulan. Selain perawatan berkala, Balai Yasa juga menangani berbagai perbaikan besar lainnya yang diperlukan untuk memastikan setiap armada tetap dalam kondisi prima dan siap beroperasi. Setiap tahap perawatan dilakukan dengan prosedur yang ketat dan dokumentasi lengkap untuk melacak riwayat setiap unit sarana perkeretaapian.

“Melalui perawatan yang terencana dan dilaksanakan secara profesional, Balai Yasa memegang peranan penting dalam mendukung pencapaian target angkutan penumpang dan barang di Sumatera Utara,” ujar Anwar.

Kehadiran Balai Yasa Pulubrayan yang telah berdiri selama lebih dari satu abad ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur transportasi rel yang handal dan berkelanjutan. Dengan kapasitas perawatan yang mumpuni dan pengalaman yang terakumulasi selama lebih dari satu century, fasilitas ini terus berkontribusi dalam memajukan sektor perkeretaapian nasional. Melalui implementasi New Policy, KAI Sumut memastikan bahwa setiap sarana perkeretaapian yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara memiliki keandalan tinggi dan umur pakai yang lebih panjang.