Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman Dukung Program MBG
Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pasokan pangan nasional tetap stabil untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi generasi muda secara merata di seluruh Indonesia. Dalam pertemuan dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPDMBGI), ia menegaskan bahwa peningkatan produksi dan cadangan bahan pangan menciptakan dasar kuat bagi keberlanjutan program tersebut.
“Dengan produksi yang meningkat dan stok pangan yang cukup, kita bisa menjaga ketersediaan pangan secara optimal untuk memenuhi target MBG,” ujarnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis agar MBG berjalan lancar. Langkah-langkah ini mencakup peningkatan produksi, distribusi, serta pengendalian harga bahan pangan. Amran menekankan bahwa program ini bukan hanya bantuan, tetapi investasi untuk masa depan bangsa.
“MBG adalah langkah strategis yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Mentan menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat MBG sangat besar, sehingga program ini memiliki efek berlipat (multiplier effect) yang menggerakkan sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Puluhan juta penerima manfaat akan meningkatkan produksi beras, ayam, telur, serta sayuran secara signifikan,” katanya.
Menurut Amran, MBG juga bertujuan memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional. “Kalau anak-anak Indonesia sehat dan terpenuhi kebutuhan gizinya, mereka akan menjadi generasi yang kuat untuk mendorong kemajuan bangsa,” ujarnya.
Cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton, yang menjadi salah satu tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kementan percaya bahwa dukungan lintas sektor dan ekosistem produksi yang kuat akan memastikan program MBG tetap berjalan optimal.
“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci kesuksesan MBG,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, APPDMBGI melaporkan bahwa jaringan dapur MBG telah terbentuk di 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota. Amran juga mengingatkan perlunya keadilan dalam ekosistem usaha, terutama antara perusahaan besar dan usaha kecil.
“UMKM harus didukung agar manfaat program ini bisa dirasakan secara merata,” ujarnya.
