Pemkab Penajam sulap RTH jadi ruang produktif bagi UMKM
Pemkab Penajam Transformasi RTH Menjadi Ruang Produktif untuk UMKM
Pemkab Penajam sulap RTH jadi ruang – Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tengah melakukan revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH) yang memiliki luas 6,8 hektare. Tujuan utamanya adalah mengubah area tersebut menjadi ruang produktif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, terutama bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas serta memperkuat ekosistem usaha di wilayah tersebut.
Visi Membangun Ruang yang Berkelanjutan
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Penajam Paser Utara, melalui Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Khairil Achmad, menjelaskan bahwa RTH bukan hanya sebagai tempat rekreasi tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi. “RTH memiliki fungsi luas bagi warga, termasuk UMKM,” katanya dalam wawancara di Penajam, Kamis.
“Pembenahan RTH dilakukan untuk memberikan ruang bagi UMKM lokal serta sarana ekonomi kreatif,” ujar Khairil Achmad. Ia menambahkan, “RTH itu disiapkan menjadi ruang publik sekaligus ruang tumbuh ekonomi masyarakat.”
RTH yang terletak di depan Stadion Panglima Sentik, Jalan Provinsi Kilometer 8, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, kini diintegrasikan dengan fasilitas pendukung. Proyek revitalisasi ini melibatkan pembangunan gedung pengelola, ruang parkir, serta area khusus bagi UMKM yang telah disiapkan untuk siap digunakan. Dengan desain yang terencana, ruang RTH diharapkan bisa menjadi titik pertemuan bagi warga sekaligus memfasilitasi aktivitas ekonomi.
Pengembangan Desain untuk Aktivitas Usaha
Dalam mengatur tata letak, Pemkab Penajam mengutamakan keharmonisan antara fungsi ekonomi dan lingkungan hijau. Area UMKM yang dibuat berada di sekitar RTH, sehingga memudahkan pengusaha untuk menjalankan usaha mereka sambil tetap menjaga kelestarian ruang terbuka. “Tata letak ruang bagi UMKM diselaraskan dengan desain kawasan agar aktivitas usaha berjalan tertata dan tidak mengganggu fungsi ruang terbuka,” jelas Khairil.
Revitalisasi ini juga memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam berolahraga. Fasilitas olahraga ringan seperti lintasan jalan santai khusus telah dibangun di dalam RTH. “RTH juga memfasilitasi masyarakat untuk hidup lebih sehat, menjadi tempat tujuan wisata keluarga yang terjangkau, dan bermanfaat untuk interaksi sosial yang mempererat silaturahim antarwarga,” tambahnya.
Khairil Achmad menekankan bahwa RTH menjadi contoh inovasi pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya lokal. “Kita ingin ruang ini bisa menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan aktivitas santai dan olahraga sambil mendukung pertumbuhan UMKM,” tuturnya. Ia menyampaikan, integrasi antara ruang hijau dan ekonomi masyarakat merupakan langkah penting untuk menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan dan ekonomi.
Kesiapan Area UMKM untuk Pemanfaatan Maksimal
Pembenahan RTH mencakup pengembangan area yang bisa diakses oleh UMKM. Fasilitas pendukung seperti tempat parkir, akses listrik, dan area pameran telah dibangun untuk mendorong kegiatan ekonomi. “Area UMKM siap digunakan dengan struktur yang memudahkan pengelolaan,” kata Khairil. Proyek ini juga mengintegrasikan ruang perdagangan, produksi, serta layanan yang bisa memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perekonomian lokal.
Dengan luas 6,8 hektare, RTH Penajam menawarkan potensi besar untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial. Khairil Achmad berharap, penggunaan ruang ini bisa meningkatkan kualitas hidup warga melalui akses ke fasilitas olahraga dan ruang kerja yang nyaman. “Kita ingin masyarakat bisa menikmati manfaat RTH secara optimal,” tuturnya.
RTH tersebut juga dirancang agar bisa menjadi titik keberlanjutan ekonomi kreatif. Khairil menyebutkan, penambahan ruang produktif seperti kios kecil dan tempat usaha di sekitar area RTH diharapkan bisa menarik pengunjung dan pengusaha baru. “Pembenahan RTH bukan hanya tentang desain, tetapi juga tentang bagaimana ruang ini bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” jelasnya.
Proyek revitalisasi RTH ini dianggap sebagai langkah berani dalam mengubah konsep kota hijau menjadi kota yang lebih dinamis. Khairil Achmad menyampaikan, dengan pendekatan yang terpadu, RTH bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. “Selain sebagai ruang rekreasi, RTH menjadi jembatan antara kebutuhan warga untuk berolahraga dan menjalankan usaha,” katanya.
Pemkab Penajam juga berharap RTH tersebut mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengoptimalkan sumber daya lingkungan. “RTH menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Khairil. Ia menambahkan, perubahan ini dirancang agar bisa bertahan lama dan tetap bermanfaat untuk berbagai kalangan.
Dengan penggunaan RTH yang lebih produktif, Pemkab Penajam berupaya meningkatkan daya saing UMKM lokal. “RTH menjadi tempat untuk menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta memperkaya pilihan layanan bagi masyarakat,” jelas Khairil. Ia juga menyebutkan, RTH ini akan menjadi pusat kegiatan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah tersebut.
Revitalisasi RTH Penajam sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan kota yang lebih maju dan berkelanjutan. Dengan konsep ini, ruang terbuka tidak hanya menjadi tempat beristirahat tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi. “Kita ingin RTH bisa menjadi ruang yang melahirkan inovasi dan keterlibatan masyarakat dalam perekonomian,” kata Khairil Achmad.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Dinas Per
