Today’s News: Ub juara FIBA 3×3 World Tour Chengdu 2026
Ub Juara FIBA 3×3 World Tour Chengdu 2026
Today s News – Jakarta, 20 Mei 2026 – Tim putra 3×3 Serbia, Ub, berhasil meraih gelar juara dalam FIBA 3×3 World Tour Chengdu 2026, yang berlangsung di Kota Chengdu, Tiongkok. Kemenangan mereka atas Liman dengan skor 21-19 menjadi titel pertama mereka pada musim ini. Pertandingan akhir berjalan sengit sejak menit pertama, dengan dua tim yang saling memperebutkan posisi teratas setelah melewati babak-babak sebelumnya yang berlangsung ketat.
Turnamen ini menarik perhatian ribuan penonton yang menghadiri secara langsung maupun melalui siaran televisi. Atmosfer kompetisi semakin memanas ketika Ub dan Liman, kedua tim asal Serbia, memperlihatkan daya juara yang luar biasa. Meski Liman memulai pertandingan dengan keunggulan cepat 3-0, Ub menunjukkan kekuatan mental dan teknik yang memungkinkan mereka bangkit. Permainan agresif yang dipimpin oleh Strahinja Stojacic menjadi kunci untuk mengubah arah pertandingan.
Di babak final, Ub menguasai permainan seiring waktu berjalan. Mereka sempat memimpin dengan skor 16-11 menjelang menit ke-12, memperlihatkan dominasi mereka dalam permainan cepat. Namun, Liman tidak menyerah begitu saja dan terus menekan, mengurangi selisih angka hingga hanya terpaut satu poin di menit-menit akhir. Tekanan semakin berat, tetapi Filip Kaluderovic, yang juga menjadi bintang utama dalam semifinal, tampil sebagai penentu kemenangan dengan beberapa poin krusial.
Menurut laman resmi FIBA 3×3, kemenangan Ub merupakan penampilan yang luar biasa mengingat mereka menghadapi tantangan berat dari tim lawan yang memiliki prestasi serupa. Gelar ini memperkuat reputasi Serbia sebagai salah satu negara unggul dalam olahraga ini, yang telah lama menunjukkan kekuatan di berbagai ajang internasional. Kemenangan tersebut tidak hanya mempersembahkan kebanggaan untuk negara mereka, tetapi juga menjadi pengakuan global terhadap kualitas pemain 3×3.
Final yang Membara
Pertandingan final menjadi momen paling menegangkan selama turnamen. Meski Ub sempat tertinggal di awal, mereka menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik. Stojacic, yang dianggap sebagai pemimpin tim, menunjukkan performa mengesankan dengan mencetak 12 poin. Di sisi lain, Liman berusaha mengejar ketertinggalan dengan strategi yang cerdas, tetapi akhirnya gagal mengubah skor.
“Kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras tim sepanjang turnamen. Kami tidak pernah berhenti berpikir tentang strategi, bahkan di saat terberat,” kata Stojacic setelah pertandingan berakhir.
Di babak semifinal, Ub juga menunjukkan dominasi mereka dengan mengalahkan Ulaanbaatar MMC Energy dari Mongolia. Filip Kaluderovic menjadi salah satu pemain yang tercatat sebagai penentu keberhasilan tim, dengan torehan 14 poin yang menginspirasi rekan-rekan setimnya. Penampilannya di semifinal mengukuhkan statusnya sebagai salah satu atlet terbaik di turnamen tersebut.
Pencetak Poin Terbanyak
Kaluderovic tidak hanya menjadi pemain terbaik (MVP) di turnamen ini, tetapi juga menorehkan nama besar dalam dunia 3×3. Ia dinobatkan sebagai bintang yang mampu mengarahkan Ub menuju kemenangan di semua fase pertandingan. Dalam pertandingan akhir, ia mencetak 12 poin yang menjadi salah satu langkah penting untuk mengunci gelar juara.
Sementara itu, Jonas Foerts dari Antwerp menjadi favorit di kontes tembakan, di mana ia mencatatkan skor 12 poin dalam waktu yang lebih singkat dibanding Stefan Kojic dari Skyliners. Pertandingan ini memperlihatkan kecepatan dan akurasi pemain-pemain yang mengikuti ajang pendukung turnamen. Sementara Cui Wenbo dari Tiongkok memenangkan kontes slam dunk dengan pukulan yang menarik perhatian ribuan penonton di hadapan publik tuan rumah.
Dalam pertandingan akhir, Ub memperlihatkan keunggulan taktik dan kekompakan tim yang luar biasa. Setiap poin yang mereka peroleh diakhiri dengan keberhasilan yang memperlihatkan persiapan matang sejak awal turnamen. Liman, meski gagal mendapatkan gelar, tetap menunjukkan kualitas yang memungkinkan mereka menjadi lawan tangguh. Pertandingan ini juga menjadi bukti bahwa kompetisi 3×3 tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga konsistensi dan strategi yang matang.
Setelah memperoleh gelar juara di Chengdu, FIBA 3×3 World Tour akan melanjutkan perjalanannya ke Zadar, Kroasia, pada 15 hingga 16 Mei. Para pemain dan pelatih dari seluruh dunia akan berlomba untuk mendapatkan kesempatan memperkuat reputasi mereka di babak-babak berikutnya. Bagi Ub, ini adalah langkah penting menuju puncak kejuaraan global. Mereka akan terus berjuang untuk mempertahankan dominasi mereka dalam pertandingan yang semakin kompetitif.
Kemenangan ini juga menjadi penegas bahwa Serbia tetap menjadi salah satu negara yang kuat dalam olahraga 3×3. Dengan jumlah tim yang memadukan keahlian teknik dan ketahanan fisik, kompetisi di Chengdu menunjukkan level kualitas yang setara dengan turnamen tertinggi di dunia. Untuk para penonton, ajang ini menjadi penyajian seru yang menggabungkan kecepatan, kehebohan, dan penghargaan atas prestasi para atlet.
Di sisi lain, acara pendukung seperti kontes tembakan dan slam dunk memperkaya pengalaman penonton. Jonas Foerts dan Cui Wenbo menunjukkan bakat mereka di luar pertandingan utama, memastikan bahwa turnamen ini tidak hanya tentang kemenangan di lapangan, tetapi juga kreativitas dan keterampilan dalam berbagai bentuk kompetisi. Dengan ini, FIBA 3×3 World Tour terus mengukuhkan dirinya sebagai ajang paling dinantikan dalam olahraga yang terus berkembang ini.
Seremoni pembagian hadiah menjadi momen yang menggambarkan kebanggaan tim juara. Di sana, para pemain dan pelatih menerima apresiasi atas kontribusi mereka sepanjang pertandingan. Sejumlah penghargaan juga diberikan kepada atlet yang menorehkan prestasi di babak-babak tambahan, menunjukkan bahwa setiap partisipan memiliki peran penting dalam suksesnya ajang tersebut. Dengan kemenangan ini, Ub tidak hanya menjadi pemenang, tetapi juga menjadi contoh tentang kerja sama dan dedikasi dalam olahraga yang terus berkembang ini.
Kemajuan dalam olahraga 3×3 terus meningkat, dengan kompetisi yang semakin intens dan partisipan dari berbagai belahan dunia. Ajang Chengdu 2026 menjadi bukti bahwa olahraga ini menarik perhatian tidak hanya dalam kalangan atlet, tetapi juga masyarakat luas. Para penggemar semakin antusias mengikuti pertandingan karena keunikan format dan semangat
