Indo Crowd Funding
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

PBB: 700.000 anak di Jalur Gaza tak dapat pendidikan layak

Published 27 Oktober, 2026 · Updated 27 Oktober, 2026 · By Lisa Garcia - indocrowdfunding.com

Foto : Lisa Garcia - indocrowdfunding.com

Krisis Pendidikan Gaza Membayangi Masa Depan Ratusan Ribu Anak

Indocrowdfunding.com – PBB - Kehancuran fasilitas pendidikan di Jalur Gaza telah membuat sekitar 700.000 anak usia sekolah kehilangan kesempatan belajar secara layak. Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak paling serius dari konflik berkepanjangan yang merusak kehidupan sipil di wilayah Palestina itu.

Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyampaikan persoalan tersebut dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin (26/10). Ia menekankan bahwa kerusakan sekolah sejak 2023 telah melumpuhkan sistem pendidikan di Gaza dan menjauhkan anak-anak dari ruang belajar yang aman serta memadai.

“Sejak 2023, sistem pendidikan di Gaza hancur, sehingga menyebabkan sekitar 700.000 anak usia sekolah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan layak, karena sekolah-sekolah di sana rusak atau hancur,” kata Nebenzia di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Sekolah Rusak, Pembelajaran Terganggu

Bagi anak-anak, sekolah bukan hanya tempat memperoleh pelajaran formal. Lingkungan pendidikan juga berperan sebagai ruang untuk membangun rutinitas, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mempertahankan rasa aman di tengah situasi yang tidak menentu. Ketika bangunan sekolah rusak atau hancur, dampaknya meluas melampaui hilangnya ruang kelas.

Gangguan pendidikan yang berlangsung lama dapat membuat proses belajar tertunda, memperbesar kesenjangan pengetahuan, dan menyulitkan siswa untuk kembali mengikuti kurikulum saat fasilitas tersedia kembali. Anak-anak yang semestinya berada dalam fase dasar pendidikan menghadapi risiko kehilangan waktu belajar yang tidak mudah digantikan.

Nebenzia menyatakan akses pendidikan di kawasan yang terdampak krisis merupakan persoalan yang sangat mengkhawatirkan. Situasi Gaza memperlihatkan bagaimana konflik dapat memengaruhi kebutuhan mendasar warga sipil, termasuk hak anak untuk memperoleh pendidikan.

Gencatan Senjata Belum Mengakhiri Tekanan Kemanusiaan

Gencatan senjata telah berlaku di Jalur Gaza sejak Oktober 2025. Namun, tekanan terhadap penduduk setempat belum sepenuhnya mereda. Militer Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Palestina dengan alasan menyasar fasilitas Hamas dan anggota kelompok perjuangan Palestina tersebut.

Keadaan ini menambah kerumitan upaya pemulihan kehidupan sehari-hari. Pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar bangunan yang berdiri. Anak-anak dan tenaga pengajar juga memerlukan keamanan, akses perjalanan, perlengkapan belajar, layanan dasar, serta kondisi yang memungkinkan kegiatan belajar berlangsung tanpa gangguan berulang.

Dalam konteks wilayah yang mengalami kehancuran luas, membangun kembali sekolah menjadi bagian dari tantangan yang lebih besar. Pemulihan pendidikan berkaitan erat dengan perbaikan layanan publik, ketersediaan kebutuhan pokok, dan stabilitas bagi keluarga yang tinggal di Gaza.

Kebutuhan Dasar Warga Masih Menjadi Tantangan

Penilaian PBB menggambarkan situasi kemanusiaan di Jalur Gaza tetap sangat buruk. Kehancuran yang meluas, gangguan pada fasilitas medis, serta kesulitan berkelanjutan dalam menyediakan makanan dan kebutuhan pokok masih membebani warga.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa persoalan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari krisis kemanusiaan secara keseluruhan. Anak yang menghadapi keterbatasan makanan, layanan kesehatan yang terganggu, atau tempat tinggal yang tidak pasti akan semakin sulit mengikuti pembelajaran secara konsisten.

Orang tua dan keluarga di Gaza juga harus menghadapi berbagai kebutuhan mendesak dalam waktu bersamaan. Ketika keselamatan, kesehatan, dan pasokan kebutuhan sehari-hari menjadi perhatian utama, keberlanjutan pendidikan anak dapat terdorong ke posisi yang semakin rentan.

Dampak Jangka Panjang bagi Generasi Muda

Angka 700.000 anak usia sekolah menunjukkan skala persoalan yang sangat besar. Setiap gangguan pendidikan membawa dampak pada kehidupan individu, tetapi jumlah tersebut juga mencerminkan tantangan bagi masa depan masyarakat Gaza secara lebih luas.

Pendidikan berperan penting dalam membekali generasi muda dengan kemampuan dasar, pengetahuan, dan peluang untuk melanjutkan perkembangan mereka. Kehilangan akses terhadap pembelajaran yang layak berarti anak-anak berisiko tertinggal pada tahap penting dalam masa pertumbuhan.

Karena itu, pemulihan sekolah dan akses pendidikan perlu dipandang sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar agenda jangka panjang setelah konflik berakhir. Anak-anak yang terdampak memerlukan kesempatan untuk kembali belajar dalam lingkungan yang aman, teratur, dan mampu mendukung perkembangan mereka.

Krisis di Gaza kembali menunjukkan bahwa kerusakan akibat konflik tidak berhenti pada infrastruktur fisik. Ketika sekolah tak lagi dapat menjalankan fungsinya, dampaknya menjangkau harapan, keseharian, dan masa depan ratusan ribu anak.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is PBB?

PBB is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PBB matter?

PBB matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.