Fase grup usai – ini pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026

Fase Grup Usai, Ini Pencetak Gol Terbanyak Sementara Piala Dunia 2026

Fase grup usai – Dengan fase grup Piala Dunia 2026 berakhir, para pemain yang telah menorehkan nama mereka di papan peringkat pencetak gol sementara menjadi sorotan utama bagi penikmat sepak bola di seluruh dunia. Pertandingan di babak grup ini telah menunjukkan intensitas kompetisi yang memanas, di mana setiap gol menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat posisi di babak selanjutnya. Meski masih ada beberapa laga yang belum selesai, lima pemain teratas yang kini mengumpulkan banyak gol memperlihatkan potensi kuat mereka dalam memperebutkan gelar juara. Berikut adalah daftar pemain yang berhasil mencetak gol dalam babak grup, berdasarkan jumlah keseluruhan hingga saat ini.

Striker dengan Tiga Gol

Pada peringkat ke-6 hingga ke-14, empat pemain mencatatkan tiga gol masing-masing. Mereka menjadi bagian dari tim-tim yang sedang bersaing sengit di grup, meski belum mampu mengungguli para pemain yang berada di atas mereka. Pemain-pemain ini menunjukkan konsistensi dalam menembus pertahanan lawan, terutama di pertandingan yang berlangsung di bawah tekanan tinggi.

ANTARA FOTO/IMAGN IMAGES via Reuters Connect/Vincent Carchietta/BAR

Satu di antara mereka adalah Harry Kane dari Inggris, yang mencatatkan tiga gol di grup. Meski Kane telah memasuki usia 33 tahun, performanya tetap menjadi kunci bagi timnas Inggris dalam menghadapi lawan yang terbilang kuat. Di sisi lain, Elijah Just dari Selandia Baru mengemuka sebagai salah satu pemain muda yang menunjukkan kemampuan teknik dan mental tangguhnya di bawah sorotan.

Ismaïla Sarr dari Senegal juga menjadi tokoh penting di timnya, dengan tiga gol yang membantu timnas Afrika Tenggara meraih hasil positif di babak grup. Sementara itu, Ismael Saibari dari Maroko memperlihatkan peran pentingnya sebagai striker yang mampu mencetak gol di laga krusial. Jonathan David dari Kanada, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain yang cukup stabil, kini menjadi andalan dalam menyelesaikan laga.

Berbeda dengan tim Brazil, Matheus Cunha menjadi penyerang yang sedikit di luar ekspektasi, dengan tiga gol yang membantu timnya meraih keuntungan di grup. Brian Brobbey dari Belanda menunjukkan kemampuan individu yang menjanjikan, terutama dalam menghadapi pertahanan tim kuat. Johan Manzambi dari Swiss, di sisi lain, mencetak gol dalam pertandingan yang tergolong sulit, sementara Deniz Undav dari Jerman menjadi bagian dari upaya timnya untuk meraih kemenangan.

ANTARA FOTO/REUTERS/Bernadett Szabo/bar

Striker dengan Empat Gol

Sementara, pemain yang berada di peringkat ke-2 hingga ke-5 berhasil mencetak empat gol masing-masing. Mereka menempati posisi yang lebih unggul dibandingkan para pesaing mereka, di mana kemampuan individu dan keberhasilan tim menjadi dua hal yang saling melengkapi. Pemain-pemain ini membuktikan bahwa keunggulan dalam babak grup bisa datang dari berbagai sumber.

Di peringkat pertama, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele dari Prancis menjadi duo yang memperlihatkan dominasi mereka. Mbappe, yang sudah terkenal sebagai salah satu striker terbaik sepanjang masa, menunjukkan konsistensi dalam mencetak gol di berbagai pertandingan. Dembele, sementara itu, menambahkan kekuatan dari sayap kiri, di mana ia menjadi ancaman serius bagi tim lawan.

Di peringkat ke-3, Vinícius Junior dari Brazil menorehkan nama di papan atas. Meski di babak grup, ia masih menunjukkan kemampuan bertahan di lapangan, terutama dalam membantu timnya meraih keuntungan dari pertandingan uji coba. Di sisi lain, Erling Haaland dari Norwegia menjadi salah satu bintang baru yang mengejutkan para pengamat. Kehadirannya di grup mengubah dinamika pertandingan, karena kecepatannya dan kemampuan menembus pertahanan memungkinkan timnya meraih kemenangan dengan dominasi.

ANTARA FOTO/REUTERS/Hannah McKay/bar

Striker Teratas dengan Enam Gol

Di puncak daftar pencetak gol terbanyak sementara, striker timnas Argentina, Lionel Messi, mengungguli para pesaingnya dengan total enam gol. Pemainan cemerlangnya di babak grup menunjukkan bahwa ia tetap menjadi referensi utama bagi timnya, meski di usia 37 tahun. Kemampuan Messi dalam mengatur per