Jorginho Mengakui Kesalahpahaman dalam Insiden dengan Chappell Roan di Brasil
Dari Jakarta, Jorginho Frello, seorang pesepak bola, menyampaikan rasa penyesalan atas dampak pernyataannya mengenai insiden yang melibatkan putrinya dan tim keamanan penyanyi Chappell Roan di acara Lollapalooza Brazil. Dilansir dari laman Variety pada Selasa, dalam pernyataan terbaru, Jorginho menyatakan bahwa peristiwa tersebut adalah kesalahpahaman setelah adanya penjelasan tambahan yang mengubah perspektifnya terhadap kejadian itu.
Jorginho menjelaskan bahwa pernyataan awalnya dibuat atas dasar informasi yang ia terima, yaitu saat istri dan anaknya dinyatakan didekati petugas keamanan dengan cara yang dianggap mengintimidasi. Setelah klarifikasi, ternyata petugas tersebut tidak berasal dari tim Chappell Roan, melainkan mewakili artis lain yang tinggal di hotel yang sama.
Selain itu, Jorginho menyebutkan bahwa Roan telah memberikan penjelasan secara jelas, menghubungi keluarga secara langsung, dan menunjukkan kepedulian terhadap situasi yang dialami anaknya. Ia menegaskan bahwa penyanyi tersebut tidak menyadari kejadian itu dan tidak pernah meminta orang lain untuk mendekati keluarganya.
“Saya menyadari ini adalah kesalahpahaman, dan penting bagi saya untuk memperjelas informasi secara adil dan akurat,” ujar Jorginho.
Jorginho juga menegaskan bahwa ia tidak mendukung ujaran kebencian atau serangan di media sosial dari siapa pun, serta mendorong pentingnya saling menghormati dan menunjukkan empati.
Sebelumnya, Jorginho menyebutkan bahwa putrinya yang berusia 11 tahun merasa takut setelah ditegur petugas keamanan saat makan sarapan di hotel. Meski tidak berinteraksi langsung dengan Roan, pernyataannya memicu respons negatif di media sosial, termasuk perhatian dari pejabat lokal.
Merespons pernyataan tersebut, Roan melalui video di Instagram menegaskan bahwa petugas keamanan bukan anggota tim pribadinya. Ia juga meminta maaf kepada ibu dan anak yang terlibat serta menyatakan bahwa tidak pernah merasa terganggu oleh mereka. Insiden ini memicu kontroversi di media sosial hingga akhirnya diakui sebagai kesalahpahaman oleh kedua belah pihak.
