Sutradara Wregas Bhanuteja Pastikan “Para Perasuk” Bukan Genre Horor

Jakarta — Dalam sebuah konferensi pers setelah pemutaran perdana film “Para Perasuk,” sutradara Wregas Bhanuteja menegaskan bahwa karya terbarunya tidak termasuk dalam genre horor. “Film ini bukan kategori horor, meski saya sendiri cenderung takut. Isi ceritanya menggambarkan perasaan obsesi manusia,” ujarnya. Menurut Wregas, kisah dalam film ini mengikuti alur tentang ketertarikan seseorang pada sesuatu yang sangat melekat di hati, hingga mengabaikan kehidupan sehari-hari.

“Jadi film ini pun juga emosional, personal, nggak cuma genre doang,” lanjut Wregas. Ia menjelaskan bahwa film ini menceritakan perjalanan kehidupan seseorang yang terjebak dalam hasrat membuat karya visual, yang akhirnya berubah menjadi obsesi yang menggeser prioritas hidupnya.

Melalui karakter Bayu, film ini menggambarkan keinginan seorang pemuda untuk menjadi perasuk terbaik. Dalam kisahnya, obsesi tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga menyentuh kehidupan desa yang diancam oleh kekuatan luar. Wregas juga menyoroti bagaimana fenomena kerasukan menjadi pengalaman bersama masyarakat, bukan sekadar sesuatu yang eksotis atau individual.

“Aku menyadari kalau film itu potret dari kehidupan, kenapa aku melupakan kehidupan asli itu sendiri, dan kenapa aku malah terfokus pada frame yang hanya berukuran 16:9 ini. Jadi itulah titik yang merubah aku bahwa hidup lebih penting dari film,” kata Wregas. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026, dengan pemeran utama Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun C Sasmi.