Data Visa hingga Deportasi Terintegrasi, Imigrasi Perkuat Layanan Digital

Layanan Digital Terintegrasi untuk Peningkatan Keamanan Data

Direktorat Jenderal Imigrasi sedang memperkuat sistem digital dengan memastikan data warga tetap aman dan rahasia. Upaya ini dijalankan seiring dengan transformasi digital di sektor pelayanan publik. Angga Adwiyantara, Ketua Tim Layanan Data Keimigrasian Direktorat Teknologi Informasi Keimigrasian, menyampaikan bahwa aplikasi baru dirancang untuk mengelola data keimigrasian secara efektif. “Sistem ini memastikan perlindungan data pribadi dalam setiap proses pengajuan dan penyajian informasi,” jelasnya pada acara talk show yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Singkawang, Senin.

“Aplikasi ini dibuat agar bisa mengelola layanan data keimigrasian dengan baik, sekaligus memberikan pelayanan yang cepat dan sesuai dengan aturan hukum,” katanya.

Lima Layanan Utama dalam Sistem Satu Atap

Menurut Angga, aplikasi tersebut menyediakan lima fitur inti, termasuk data visa, data perlintasan, data izin tinggal, data paspor, dan data deportasi. “Seluruh layanan tersebut disatukan dalam satu platform, sehingga akses menjadi lebih mudah namun keamanan informasi tetap terjaga,” tambahnya.

Dukungan Pemimpin Kota

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyambut positif penggunaan teknologi tersebut. Ia menilai aplikasi dapat membantu masyarakat, terutama dalam pengurusan administrasi perkawinan campur. “Kegiatan ini sangat berguna karena teknologi digunakan untuk memudahkan proses administrasi, khususnya terkait perkawinan lintas negara,” ujarnya.

Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang

Tjhai juga menyoroti peran teknologi dalam mengurangi risiko penipuan atau penyalahgunaan dalam perkawinan campur. “Kita berharap sistem ini bisa mempercepat pelayanan dan melindungi masyarakat dari praktik yang tidak sah,” terangnya. Ia menyebutkan bahwa banyak warga Singkawang yang menikah dengan pendatang asing, seperti dari Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Kuching, hingga Korea Selatan. Dengan integrasi data, proses pengawasan dapat dilakukan lebih optimal.