Pengelola Besakih Jaring Penggunaan Plastik Sekali Pakai Selama IBTK
Denpasar – Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan plastik sekali pakai selama upacara besar Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026. “Pemeriksaan ini bertujuan sebagai upaya pencegahan agar Pura Agung Besakih tetap bersih dari sampah plastik,” jelas I Putu Murdiana Jaya, Humas FKSPA Besakih, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali, Selasa.
Pemedek yang datang melalui Pos Manik Mas akan diperiksa secara individu oleh petugas untuk memastikan mereka tidak membawa plastik sekali pakai. Tindakan ini sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 yang mengatur pembatasan penggunaan sampah plastik. “Dibanding tahun sebelumnya, sebagian besar pemedek lebih bijak dalam mengurangi plastik,” tambah Murdiana.
“Kami menyiapkan tas kain ramah lingkungan gratis sebagai pengganti plastik sekali pakai,” ujar Murdiana.
Kios-kios di area Pura Agung Besakih telah menyediakan tas dari bahan alami. Selama tiga tahun terakhir, pengelola FKSPA Besakih terus mengedukasi pemedek untuk mengurangi penggunaan plastik. Namun, dalam IBTK 2026, mereka tidak lagi memberikan tas pengganti secara gratis. Pemedek yang masih membawa plastik kini diharuskan membelinya sendiri di kios.
Upacara suci di pura terbesar Bali ini akan berlangsung hingga 23 April 2026. Meski begitu, masih ada sejumlah umat Hindu yang menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus persembahyangan. Hal ini menjadi fokus perbaikan yang terus dilakukan oleh pengelola untuk menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah tersebut.
