Baznas Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Ekosistem Zakat Berkelanjutan

Jakarta – Pemimpin Baznas RI, Mokhamad Mahdum, menyampaikan ajakan kepada seluruh mahasiswa dan generasi muda untuk berhenti menganggap diri sebagai penerima manfaat zakat. Ia menekankan pentingnya peran mereka dalam menjadi pemberi zakat (muzaki) yang aktif. Ajakan ini disampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Zakat bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Membangun Ekosistem Zakat Berkelanjutan” di UIN Sunan Kudus, Jawa Tengah, Selasa (7/4).

“Literasi zakat sangat penting. Jika seseorang tidak memahami kewajibannya, itu berarti kesalahan besar. Tugas mahasiswa adalah menjadi perwakilan masyarakat, membantu menyebarluaskan pengetahuan tentang zakat, serta membedakan antara infak dan sedekah,” ujar Mahdum dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dalam sesi tersebut, Mahdum juga mengungkap data mengenai tren infak digital yang mencapai Rp9 hingga Rp10 miliar per bulan. Data ini didominasi oleh generasi muda, meskipun motivasi mereka bervariasi, mulai dari harapan lulus skripsi hingga memperoleh pekerjaan. Menurutnya, kepedulian ini bisa menjadi fondasi kekuatan sosial yang signifikan.

Mahdum menambahkan, generasi muda harus memilih antara menjadi penerima manfaat atau pemberi zakat. “Mengapa masih harus jadi mustahik? Belum apa-apa sudah menerima manfaat. Kita harus berani memilih jalan sebagai muzaki,” tuturnya.

Kesadaran dan Kekompakan Masyarakat Membentuk Ekosistem Zakat

Dalam kesempatan yang sama, Aan Zainul Anwar, perwakilan Lazisnu Jawa Tengah, menjelaskan bahwa pengelolaan zakat yang berbasis kelembagaan lebih efektif dibandingkan cara tradisional. Ia juga membagikan hasil riset disertasinya tentang keberhasilan pengelolaan zakat di Desa Jatisono, Demak, yang menjadi contoh nasional.

“Karena ada kesadaran, kekompakan, dan profesionalisme, ekosistem zakat di sana sudah terbentuk dengan baik,” kata Aan Zainul Anwar. Ia menjelaskan, masyarakat Desa Jatisono patuh menunaikan zakat pertanian, dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp300 juta dari satu unit saja per tahun.