Khofifah tegaskan penanganan karhutla Jatim kedepankan upaya bersama
Khofifah Tegaskan Penanganan Karhutla Jatim Mengutamakan Kolaborasi
Indocrowdfunding.com – Khofifah tegaskan penanganan karhutla Jatim perlu mengedepankan upaya bersama dari pemerintah, aparat, lembaga kebencanaan, dan masyarakat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai kesiapsiagaan lintas sektor penting untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, sekaligus melindungi warga, kawasan hutan, serta lingkungan di sekitarnya.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak cukup dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan, pemantauan wilayah rawan, penyampaian informasi, koordinasi personel, dan pemadaman harus dilaksanakan secara terpadu. Dengan langkah yang saling mendukung, potensi dampak karhutla dapat ditekan sejak awal.
“Kita harus menyatukan langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, sekaligus meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan,” kata Khofifah.
Karhutla Terjadi di Sejumlah Kawasan Pegunungan
Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur tercatat terjadi di beberapa kawasan, antara lain Taman Baluran, Gunung Raung, Gunung Argopuro, Gunung Bromo, dan Gunung Arjuno. Karakter medan pegunungan menjadi salah satu tantangan karena dapat membatasi mobilisasi petugas dan peralatan pemadaman melalui jalur darat.
Data situasi karhutla di Jawa Timur mencatat 184 kejadian di 26 kabupaten dengan luas area terbakar mencapai 11.449 hektare. Kawasan pegunungan yang terdampak antara lain Gunung Bromo, Arjuno, Semeru, Butak, dan Ijen.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons yang menyesuaikan lokasi. Akses menuju titik api, cuaca, vegetasi, serta jarak dari pos penanganan dapat berbeda di setiap kawasan. Karena itu, koordinasi lapangan perlu dilakukan secara cepat dan terukur.
Peran Pemerintah, Aparat, dan Warga
Khofifah tegaskan penanganan karhutla Jatim tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga. Pemerintah daerah perlu bekerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri, unsur kehutanan, serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan kebakaran.
Kolaborasi tersebut mencakup pengawasan titik rawan, penyebaran informasi mengenai potensi bahaya, pengamanan area hutan, hingga dukungan pemadaman ketika kebakaran terjadi. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan segera melaporkan adanya asap atau api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau petugas.
Pencegahan menjadi bagian penting dari upaya bersama ini. Warga di sekitar kawasan hutan perlu meningkatkan kehati-hatian terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api. Laporan awal dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas.
Operasi Modifikasi Cuaca dan Water Bombing
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menjalankan sejumlah langkah untuk mengendalikan kebakaran. Salah satunya adalah operasi modifikasi cuaca yang dilakukan Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
“OMC sudah kami lakukan dengan menyasar wilayah operasi meliputi kawasan Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, serta kawasan pegunungan lainnya yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan karhutla di Jawa Timur,” ucap Khofifah.
Selain operasi modifikasi cuaca, Pemprov Jawa Timur bekerja sama dengan BNPB dalam pelaksanaan water bombing. Upaya pemadaman dari udara ini membantu menjangkau titik api yang sulit ditempuh melalui jalur darat, khususnya di area pegunungan dengan medan yang berat.
Teknologi drone water spray juga digunakan sebagai pelengkap respons di wilayah terdampak. Perangkat tersebut mendukung pemantauan kondisi kebakaran dan membantu penanganan pada titik tertentu sesuai kebutuhan di lapangan.
Ikhtiar Bersama Menghadapi Karhutla di Jawa Timur
Di samping langkah teknis, Khofifah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Pelaksanaan Istisqa. Surat edaran itu menjadi dukungan terhadap pelaksanaan salat istisqa sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kondisi karhutla.
Khofifah tegaskan penanganan karhutla Jatim tetap dijalankan melalui operasi lapangan, koordinasi antarlembaga, serta kesiapan sumber daya yang tersedia. Dukungan masyarakat diharapkan memperkuat semangat kolektif untuk menjaga kawasan hutan dan lingkungan Jawa Timur.
“Berbagai langkah ikhtiar itu semua adalah bagian dari upaya terpadu untuk memperkuat penanganan karhutla, semoga ikhtiar ini membuahkan hasil,” tuturnya.
FAQ Penanganan Karhutla Jawa Timur
Apa yang harus dilakukan warga saat melihat asap atau api?
Warga perlu segera menyampaikan laporan kepada pihak berwenang atau petugas di wilayah setempat. Pelaporan cepat dapat membantu proses pengecekan dan penanganan sebelum api meluas.
Mengapa kebakaran di kawasan pegunungan sulit ditangani?
Medan yang terjal, akses darat terbatas, kondisi cuaca, serta jarak menuju titik api dapat menyulitkan pergerakan personel dan peralatan. Karena itu, penanganan dapat melibatkan pemadaman dari udara, termasuk water bombing.
Siapa saja yang terlibat dalam penanganan karhutla?
Penanganan dilakukan melalui kerja sama pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, unsur kehutanan, lembaga terkait, dan masyarakat. Keterlibatan seluruh pihak diperlukan agar pencegahan, pemantauan, dan pemadaman dapat berjalan lebih efektif.