Pemkot Bengkulu salurkan nasi bungkus pada korban terdampak banjir

Distribusi Bantuan untuk Warga Terkena Banjir

Setelah hujan deras menghantam Kota Bengkulu sejak Minggu malam (5/4), Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu bergerak cepat untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak. Ribuan nasi bungkus telah disebarkan ke berbagai wilayah yang tergenang air, sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok warga.

“Semoga bantuan nasi bungkus ini bisa memberikan kelegaan. Terlebih, banyak rumah warga yang masih tergenang air. Hal ini membuat mereka kesulitan memasak atau menyediakan makanan sendiri. Oleh karena itu, kita hadir di tengah-tengah mereka,”

ujar Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, di Bengkulu, Kamis.

Perintah Wali Kota dan Wakil Wali Kota

Penyaluran bantuan tersebut diatur berdasarkan instruksi Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny. Kebutuhan dasar, terutama makanan, menjadi prioritas utama selama banjir belum surut. Pemkot Bengkulu terus berupaya memastikan warga tetap terlayani.

“Bantuan ini menunjukkan empati dan perhatian Pemkot Bengkulu terhadap warga yang terkena bencana banjir. Kita merasa prihatin, sehingga terus hadir di tengah musibah ini,”

kata Medy Pebriansyah.

Detail Korban Terdampak

Pemkot Bengkulu mencatat total 2.688 kepala keluarga (KK) terkena dampak banjir. Data sementara menunjukkan hampir seluruh wilayah mengalami genangan. Berikut penjelasan per kecamatan:

Kecamatan Singaran Pati meliputi Kelurahan Jembatan Kecil (68 rumah terendam), Lingkar Timur (6 KK), Timur Indah (30 KK), dan Panorama (54 KK).

Kecamatan Muara Bangkahulu mencakup Rawa Makmur (41 KK), Rawa Makmur Permai (185 KK), serta Pematang Gubernur (173 KK).

Kecamatan Ratu Agung tergolong paling parah, dengan Kelurahan Tanah Patah (238 KK), Tebeng (745 KK), dan Sawah Lebar Baru (80 KK).

Kecamatan Ratu Samban mencatatkan angka terdampak di Kelurahan Anggut Atas (29 KK), Belakang Pondok (95 KK), Penurunan (84 KK), Anggut Bawah (3 KK), serta Kebun Dahri (44 KK).

Sementara di Kecamatan Sungai Serut, Kelurahan Tanjung Agung (281 KK atau 895 jiwa), Sukamerindu (147 KK), Surabaya (125 KK), Pasar Bengkulu (19 KK atau 75 jiwa), Semarang (49 KK), dan Kampung Kelawi (5 KK atau 20 jiwa) tercatat sebagai area yang mengalami kerusakan.

Di Kecamatan Selebar, Pagar Dewa terdampak sebanyak 57 KK. Kecamatan Kampung Melayu melaporkan 50 warga dewasa dan 5 balita terkena dampak di Muara Dua. Sementara Kecamatan Gading Cempaka mencatatkan 60 rumah terendam di Lingkar Barat dan 20 KK di Jalan Gedang.