Menko Muhaimin: Kopdes MP jadi kekuatan capai kemandirian pangan
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah sedang berupaya memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) dalam mendorong perekonomian nasional serta mewujudkan kemandirian pangan. Dalam wawancara setelah bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, ia menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki potensi besar sebagai penopang ekonomi bangsa.
“Koperasi ini diharapkan menjadi kekuatan utama yang mampu membangkitkan produktivitas lokal dan memastikan kita mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” ujar Menko Muhaimin Iskandar. Ia menekankan bahwa tujuan pemerintah, termasuk perintah Presiden, adalah mencapai swasembada pangan dan energi, serta membangun ketahanan ekonomi yang mandiri.
Kunjungan Menko Muhaimin Iskandar ke Jakarta pada Senin lalu bertujuan meningkatkan sinergi antara dua kementerian dalam mendukung pengembangan Kopdes MP. Menurutnya, koperasi ini tidak hanya berperan dalam perekonomian tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat dan pengurangan kemiskinan.
“Kita akan terus bekerja keras agar koperasi berkembang menjadi pusat perekonomian desa, sehingga bisa ikut menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen tahun ini, serta kemiskinan nasional di bawah lima persen pada 2029,” tambahnya. Target tersebut, menurut Menko, akan dicapai melalui pertumbuhan koperasi yang diimbangi kekuatan ekonomi lokal.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah terus mendorong Kopdes MP menjadi penggerak utama dalam menghasilkan produk-produk yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal dan nasional. Hal ini mencakup hasil pertanian, produk lokal berbasis desa, serta inovasi ekonomi kreatif.
“Gerai-gerai Kopdes MP diharapkan menjadi wadah pengembangan produktivitas masyarakat, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi desa,” papar Menko Muhaimin Iskandar. Ia juga menyampaikan rencana agar koperasi bisa berperan sebagai off-taker (pembeli) untuk berbagai produk pertanian, sehingga mendorong sirkulasi ekonomi secara mandiri.
