Pendeta GPI Elim Abepura: Perayaan Paskah jadi momen refleksi jemaat

Kota Jayapura – Pendeta GPI Elim Abepura, Vero Balubun, mengungkapkan bahwa perayaan Paskah menjadi kesempatan penting bagi jemaat untuk merefleksikan iman dan memperkuat kehidupan spiritual. Menurutnya, kebangkitan Yesus Kristus memiliki kekuatan mengubah cara pandang seseorang tentang kehidupan, memberi keberanian dalam menjalankan tugas misi, serta membawa perubahan mendalam dalam diri setiap umat. “Perayaan ini mengajak kita untuk kembali pada nilai-nilai kasih dan pembaruan, yang menjadi inti makna keselamatan yang diberikan oleh Kristus,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan, Vero menekankan bahwa kuasa kebangkitan mampu memperbarui kemanusiaan. Ia menjelaskan bahwa proses ini mengubah manusia dari sikap egois, penuh kebencian, dan kurang peduli menjadi individu yang memancarkan kasih, menghargai sesama, serta merendahkan diri terhadap ciptaan Tuhan. “Pembaruan sejati tidak hanya berupa kekuatan fisik, tetapi juga transformasi batin yang mengarah pada kehidupan yang lebih harmonis dan penuh makna,” tambahnya.

Perayaan Paskah di GPI Elim Abepura dilaksanakan melalui Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) yang diadakan bersamaan dengan malam puji-pujian. Acara ini dimulai pada Sabtu (4/3) pukul 18.30 WIT dan berlangsung hingga Minggu dini hari pukul 03.00 WIT. Marthen Timisela, ketua panitia hari besar gerejawi, mengatakan rangkaian kegiatan mencakup berbagai elemen seperti puji-pujian, kompetisi Alkitab, serta dramatisasi penyaliban yang dipentaskan oleh pemuda gereja.

Menurut Marthen, suasana kebersamaan semakin terasa melalui pawai obor dan tradisi mencari telur Paskah. “Jemaat dari berbagai denominasi turut serta dalam pawai ini, menciptakan suasana yang meriah dan bersemangat,” katanya. Acara juga melibatkan berbagai bentuk kegiatan rohani, seperti sesi penyegaran iman yang diharapkan dapat menguatkan kembali komitmen jemaat dalam mengikuti ajaran Kristus.

Marthen menuturkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian perayaan Paskah. “Semua kegiatan berjalan aman dan nyaman, yang menjadi bentuk penghargaan bagi Tuhan,” pungkasnya.