Prakiraan Cuaca Minggu, 22 Maret 2026: Waspada Dampak Siklon Tropis Narele
BMKG mengeluarkan prakiraan bahwa beberapa wilayah Indonesia akan menghadapi cuaca yang signifikan pada Minggu (22/3) mendatang. Faktor utama penyebabnya adalah keberadaan siklon tropis yang berada di sekitar area tersebut. Hal ini memicu kemungkinan meningkatnya intensitas hujan di berbagai daerah.
Siklon tropis Narele saat ini berada di pesisir utara Australia bagian utara, dan dalam 24 jam ke depan, sistem ini akan bergerak menuju Teluk Carpentaria. Prediksi menunjukkan kecepatan angin maksimum hingga 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal. BMKG memperkirakan siklon ini berpotensi memperkuat dalam 48 hingga 72 jam mendatang.
Pengaruh siklon tropis Narele menyebabkan terbentuknya low-level jet di wilayah Laut Timor, Laut Arafuru, Teluk Carpentaria, Papua Nugini bagian selatan, Papua Selatan, hingga pesisir utara Australia. Di sisi lain, daerah konvergensi dan konfluensi juga terbentuk di Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, Maluku bagian selatan hingga tenggara, serta Laut Arafuru. BMKG mencatat bahwa sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik timur laut Papua Nugini turut memperkuat pembentukan konvergensi.
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan risiko pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. BMKG menyarankan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat hingga sangat lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang.
Prakiraan juga menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di wilayah lain. Masyarakat diminta memantau informasi cuaca secara terus-menerus melalui kanal resmi BMKG untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
