Seorang calon haji asal Karawang dilaporkan meninggal di Tanah Suci
Seorang Calon Haji Asal Karawang Dilaporkan Meninggal di Tanah Suci
Seorang calon haji asal Karawang dilaporkan – Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah salah satu peserta ibadah haji dari daerah itu dikabarkan wafat di Makkah, Arab Saudi. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Kementerian Haji dan Umrah Karawang, Rozak, kepada media lokal. Menurut Rozak, korban yang bernama Prima R Nugraha meninggal akibat serangan jantung saat menjalani ibadah haji. Insiden terjadi pada hari Sabtu, pukul 23.30 waktu setempat, di sebuah rumah sakit dekat Masjidil Haram.
Detil Kondisi Korban
Prima, yang tercatat sebagai warga Dusun Cicinde III, Desa Cicinde Utara, Kecamatan Banyusari, Karawang, sempat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum menghembuskan nafas terakhir. Rozak menjelaskan bahwa pihak medis di Tanah Suci memberikan pernyataan bahwa korban mengalami kondisi kritis akibat gangguan kardiovaskular. “Korban tercatat dalam Kelompok Terbang 04, yang diberangkatkan dari Karawang pada Sabtu malam, 23 Mei 2026,” kata Rozak, saat diwawancara di Karawang, Senin.
Berdasarkan data medis, Prima mengalami serangan jantung dan meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit yang terletak di sekitar Masjidil Haram pada hari Sabtu pukul 23.30 waktu setempat.
Belasungkawa dari Pemimpin Kementerian Haji
Rozak mengungkapkan rasa sedih atas kejadian tersebut. Ia menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan berharap mereka tetap diberikan kesabaran serta ketenangan dalam menghadapi kehilangan ini. “Kami berdoa agar almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah, dan semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua jamaah haji untuk lebih memperhatikan kesehatan sebelum berangkat,” ujarnya.
Proses Pemberangkatan Jamaah Haji Karawang
Dalam musim haji tahun ini, total peserta yang diberangkatkan dari Karawang mencapai 1.783 orang. Mereka terbagi dalam lima kloter, masing-masing dengan jadwal pemberangkatan berbeda. Kloter pertama, Kloter 4, telah berangkat dari kompleks Islamic Center Karawang menuju Asrama Bekasi pada Jumat, 24 April 2026. Selanjutnya, Kloter 9 diberangkatkan pada Jumat, 1 Mei 2026, lalu Kloter 16 pada Minggu, 10 Mei 2026. Kloter 20 berangkat pada Jumat, 15 Mei 2026, dan Kloter 27 pada Selasa, 19 Mei 2026.
Kloter 4 yang menjadi kelompok terakhir yang tercatat sebelum kejadian serangan jantung pada Prima, sebelumnya menjalani proses pemantauan kesehatan ketat. Pihak Kementerian Haji menekankan bahwa para jamaah dari Karawang diberi pengarahan tentang pentingnya menjaga kebugaran dan kesiapan medis sebelum berangkat. “Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah meningkatkan kriteria pemberangkatan, termasuk memastikan calon haji memiliki riwayat kesehatan yang stabil,” terang Rozak.
Kelompok Terbang 04 yang diberangkatkan pada Sabtu, 23 Mei 2026, merupakan bagian dari grup yang diangkut menggunakan pesawat ke Tanah Suci. Sebelum tiba di Makkah, jamaah dari Karawang menjalani pemeriksaan kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan di Asrama Bekasi. Proses ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko kesehatan di tengah perjalanan yang panjang dan intensif.
Dalam rangkaian ibadah haji, jamaah diharapkan mampu menjalani berbagai aktivitas fisik, seperti tawaf, sa’i, dan ritual lainnya. Namun, kondisi cuaca ekstrem, kelelahan, serta faktor usia bisa menjadi penyebab risiko kesehatan. Prima, yang usianya tidak disebutkan secara spesifik, dikenal memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelum perjalanan. Meski demikian, hal ini tidak mencegahnya mengikuti ibadah haji yang telah direncanakan sejak lama.
Persiapan dan Pemantauan Kesehatan
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Karawang mengungkapkan bahwa selama pemberangkatan, setiap jamaah diberikan informasi tentang alur ibadah dan pengelolaan kesehatan di Tanah Suci. Para petugas juga melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi jamaah, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan medis. “Setiap kloter memiliki tim kesehatan yang siap memberikan respons cepat jika ada kejadian tak terduga,” jelas Rozak.
Kelompok Terbang 04, yang meliputi sekitar 150 jamaah, diberangkatkan menggunakan empat pesawat. Sebagian besar peserta dalam kelompok ini berasal dari wilayah Kabupaten Karawang, dengan beberapa yang berasal dari luar kota. Perjalanan ke Makkah memakan waktu sekitar 10 jam, yang terdiri dari penerbangan ke Jeddah, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju
