Almeida fokus sapu bersih laga sisa ketimbang peluang juara Persija

Almeida fokus sapu bersih laga sisa ketimbang peluang juara Persija

Almeida fokus sapu bersih laga sisa – Jakarta – Gustavo Almeida, penyerang Persija Jakarta, menegaskan komitmen timnya untuk fokus pada tugas utama, yaitu menyelesaikan empat pertandingan terakhir di BRI Super League 2025/2026 dengan hasil terbaik. Meskipun secara matematis Macan Kemayoran masih memiliki peluang menjadi juara, pemain berusia 19 tahun itu lebih memilih memprioritaskan konsistensi performa dalam setiap laga daripada terlalu banyak berpikir tentang prediksi klasemen akhir.

Peluang Juara yang Masih Ada

Saat ini, Persija berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 62 poin. Tim tersebut tertinggal tujuh poin dari Persib Bandung dan Borneo FC, dua rival langsung di papan atas. Meski gap ini tampak sempit, Almeida menyadari bahwa keberhasilan timnya tergantung pada keberuntungan dan hasil buruk dari lawan-lawan mereka. “Kami selalu berusaha memaksimalkan setiap pertandingan, tapi tidak bisa mengandalkan hal-hal yang tidak terkendali,” ujarnya saat diwawancara.

Kami ingin menjadi juara, tetapi lebih baik fokus pada pertandingan satu per satu. Jika tidak bisa memenangkan semua laga, kita tetap bisa memberikan yang terbaik untuk pendukung dan keluarga,” tambah Almeida.

Strategi ini berbeda dengan pendekatan sebelumnya, di mana pemain dan pelatih mungkin lebih sering memprediksi skenario terburuk untuk lawan. Almeida menegaskan bahwa keputusan untuk tidak terlalu memikirkan klasemen akhir justru memberi kebebasan bagi pemain untuk bermain dengan hati. “Saat ini, kita hanya bisa mengharapkan bermain bagus di setiap pertandingan. Jika menang, itu akan menjadi keuntungan; jika kalah, kita tetap bisa belajar,” jelasnya.

Rencana Laga Terakhir

Dalam rangkaian empat laga tersisa, Persija akan mengawali perjalanan mereka dengan bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, pada Senin (4/5). Lawan pertama mereka adalah Persijap Jepara, yang masih berjuang keras untuk menghindari degradasi. Pertandingan ini menjadi momentum penting karena kesempatan untuk memperbaiki posisi di klasemen.

Setelah menghadapi Persijap, Persija akan melawan Persib Bandung, tim yang saat ini memimpin klasemen, pada Minggu (10/5). Dalam laga tersebut, Macan Kemayoran akan mencoba memperkecil jarak dari pemimpin. Tiga hari berikutnya, mereka akan bertemu Persik Kediri, sebuah tim yang juga memiliki ambisi untuk naik ke papan atas. Rizky Ridho dan rekan-rekan akan menjalani laga tandang tersebut sebelum menutup musim dengan pertandingan di kandang sendiri melawan Semen Padang pada 23 Mei 2026.

Peluang untuk memenangkan gelar juara memang masih terbuka, tetapi Almeida menyatakan bahwa timnya tidak akan terburu-buru. “Kami tidak ingin terjebak dalam perhitungan matematis. Jika fokusnya terpecah, bisa jadi hasil akan tidak maksimal,” katanya. Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa 12 poin dari empat laga tersisa bisa memastikan Persija tetap berada di posisi teratas.

Jika kami tidak menjadi juara, empat kemenangan dalam pertandingan terakhir akan menjadikan musim ini berakhir dengan kepuasan. Kami berada di sini untuk menang, dan itu yang terpenting bagi semua pihak,” imbuh Almeida.

Ketiga pertandingan terakhir ini akan menjadi ujian bagi mental pemain. Almeida menekankan bahwa kepercayaan tim terhadap diri sendiri adalah kunci untuk meraih kemenangan. “Kami memiliki kepercayaan satu sama lain, dan itu yang paling penting. Jika semua pemain bermain dengan semangat yang sama, hasil akan lebih terjamin,” tuturnya.

Kompetisi yang Ketat

Menurut sumber di dalam I.League, persaingan di bagian papan atas liga sangat ketat. Dengan enam pertandingan tersisa, pemenang akan diputuskan berdasarkan selisih poin dan kualitas pertandingan. Almeida memahami bahwa tim harus menjaga performa stabil untuk bisa memperkecil jarak dari lawan-lawan mereka.

Salah satu faktor penting dalam perjalanan Persija adalah kemampuan mereka dalam menghadapi lawan yang berbeda. Dari empat laga tersisa, ada pertandingan melawan tim yang konsisten seperti Persib, serta tim yang sedang naik daun seperti Persik Kediri. Kedua laga tersebut menjadi ujian besar, baik secara mental maupun fisik.

Menurut Almeida, kemenangan dalam setiap pertandingan akan menjadi langkah kecil menuju kesuksesan akhir. “Jika tidak menang, itu bukan akhir dari segalanya. Kita tetap bisa berjuang untuk menyelesaikan liga dengan baik,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kunci utama adalah tetap konsisten dalam memainkan permainan, tanpa memikirkan hasil akhir.

Persija Jakarta, yang dikenal dengan permainan solid di lapangan, memiliki potensi untuk menutup musim ini dengan performa yang memuaskan. Meskipun ada tekanan untuk memenangkan gelar, Almeida berpendapat bahwa fokus pada pertandingan satu per satu akan memberi dampak lebih besar daripada mengkhawatirkan prediksi klasemen.

Kami berada di sini untuk memberikan kebahagiaan bagi para pendukung, keluarga, dan diri sendiri. Jika semua laga dimenangkan, itu akan menjadi kenangan yang indah untuk semua pihak,” kata Almeida.

Kebutuhan Persija untuk mengumpulkan 12 poin dalam empat laga ini menjadi target penting. Jika mereka gagal meraih hasil maksimal, maka klasemen akan sangat bergantung pada keberuntungan. Almeida menyatakan bahwa keberhasilan tersebut akan menentukan apakah tim bisa melangkah lebih jauh atau tidak.

Secara keseluruhan, Almeida berharap pertandingan terakhir bisa menjadi penutup yang membanggakan bagi Persija. Ia menilai bahwa konsistensi di lapangan adalah jaminan utama untuk menyelesaikan musim dengan baik. “Kami siap menghadapi setiap pertandingan dengan semangat penuh. Jika kami terus melangkah maju, hasil akan menyenangkan bagi semua orang,” tutupnya.