AS Berusaha Hindari Tuduhan Kejahatan Perang dalam Serangan ke Iran
Pemerintah Amerika Serikat sedang berusaha menghindari pengakuan kejahatan perang setelah menyerang berbagai infrastruktur Iran, kata Politico yang mengutip dua pejabat Pentagon tanpa menyebutkan nama mereka. Pentagon melakukan evaluasi terhadap fasilitas energi Iran, termasuk sejumlah bangunan yang juga berfungsi untuk kebutuhan militer selain layanan sipil.
Kontak Militer AS-Israel dan Balasan Iran
Pada 28 Februari, AS dan Israel melakukan serangan militer terhadap beberapa target di Iran, termasuk Kota Teheran, yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Sebagai respons, Iran mengambil tindakan balasan dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Perdebatan di Pentagon tentang Target Sipil dan Militer
Pentagon sedang berdebat keras mengenai batas antara target militer dan sipil. Laporan menyebutkan bahwa sebagian pejabat di Washington percaya pabrik desalinasi air bisa dianggap sebagai sasaran karena militer juga memerlukan pasokan air minum.
Serangan AS terhadap fasilitas sipil di Iran, seperti jembatan dan pembangkit listrik, akan melanggar hukum internasional, kata Juru Bicara PBB Stephanie Dujarric.
Ancaman Trump terhadap Infrastruktur Iran
Pada 30 Maret, Presiden Donald Trump mengancam akan “meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya” pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, serta pabrik desalinasi Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Pada 7 April, ia juga memperingatkan Iran bahwa “Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan” akan datang jika negara tersebut tidak mengizinkan kembali akses lalu lintas.
