AS tuding Machado kembali ke Venezuela usai gempa dahsyat demi politik

AS tuding Machado kembali ke Venezuela usai gempa dahsyat demi politik

AS tuding Machado kembali ke Venezuela – Washington – Pemerintah AS menuding Maria Corina Machado, tokoh utama kelompok oposisi Venezuela, melakukan upaya politik setelah gagal kembali ke negara tersebut setelah bencana gempa bumi besar beberapa waktu lalu. Laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa presiden Donald Trump mempertanyakan niat Machado untuk pulang ke Venezuela, meskipun ia sempat berusaha mengambil langkah ke Curacao, sebuah wilayah otonom Kerajaan Belanda di Karibia Selatan, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Venezuela.

Machado, yang telah lama berada di luar negeri, memulai perjalanannya ke Curacao sebagai bagian dari rencana untuk kembali ke Venezuela setelah gempa bumi yang menghancurkan terjadi pada Rabu (24/6). Namun, upayanya dibatalkan setelah pihak berwenang AS memberikan peringatan bahwa mereka tidak akan mendukung rencana tersebut. Menurut Bloomberg, pada Minggu (28/6), keputusan itu diambil karena AS menganggap tindakan Machado sebagai bentuk “aksi politik” yang bertujuan memanfaatkan situasi krisis untuk menaikkan popularitasnya.

Dalam pemberitaan media pada Selasa (30/6), seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa tindakan Machado dianggap tidak sepenuhnya objektif. Pejabat tersebut menyebut bahwa meskipun AS telah memenuhi semua permintaan yang diajukan oleh pihak pemerintah Venezuela terkait bencana alam, kembalinya Machado dikhawatirkan akan mengganggu hubungan diplomatik antara Washington dan Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. “Upaya kembalinya Machado ke Venezuela merupakan bentuk tindakan politik,” tulis laporan tersebut, mengutip komentar pejabat dari Gedung Putih.

“Kembalinya Machado ke Venezuela tidak hanya dianggap sebagai langkah politik, tetapi juga berpotensi memperumit situasi yang sudah kompleks,” kata pejabat Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan yang disiarkan pada Selasa (30/6). Pejabat tersebut menyoroti bahwa pihak berwenang di Venezuela telah merespons secara cepat terhadap dampak gempa bumi, sehingga AS merasa sudah cukup mendukung upaya penanggulangan bencana.

Usai gempa bumi kembar dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda Venezuela, Machado kembali berusaha memperkuat posisinya di politik. Ia mengirimkan surat ke Departemen Luar Negeri AS serta Kongres Amerika Serikat untuk meminta dukungan dalam upaya pulang ke negara asalnya. Namun, respons dari Washington justru menunjukkan ketidakpuasan terhadap sikap Machado yang dianggap terlalu sering berbicara tentang krisis bencana tanpa menunjukkan kontribusi nyata terhadap penangannya.

Dua gempa bumi besar yang terjadi pada pekan lalu telah menyebabkan kerusakan serius di berbagai wilayah Venezuela. Sebagian besar korban tewas dan luka-luka terdapat di daerah-daerah yang terkena dampak langsung, seperti Carabobo dan Lara. Menurut data resmi terbaru, total korban tewas mencapai 1.943 orang, sementara lebih dari 10.500 warga terluka. Meski begitu, Machado memanfaatkan situasi tersebut sebagai momentum untuk kembali ke panggung politik, menurut laporan terbaru.

Pemerintahan Trump mengkritik sikap Machado yang dinilai tergesa-gesa dalam mencapai tujuan politiknya. Menurut sumber yang dekat dengan Gedung Putih, AS percaya bahwa kembalinya Machado ke Venezuela akan membahayakan upaya memperkuat aliansi dengan Delcy Rodriguez, yang sekarang menjabat sebagai pelaksana tugas presiden. “Machado menggunakan bencana alam sebagai alat untuk menarik perhatian,” ujar salah satu pejabat, menambahkan bahwa keputusan AS untuk menolak dukungan diberikan agar tidak terkesan terlalu mudah menyetujui tindakan yang dinilai ambisius.

Sementara itu, pihak otoritas Belanda memberikan peran penting dalam menolak permintaan masuk Machado ke Curacao. Pada awalnya, mereka bersedia menerima kehadiran Machado jika ada dukungan dari Washington. Tapi, setelah diberi peringatan oleh AS, Curacao membatalkan izin masuk bagi Machado. “Kami mempertimbangkan saran dari AS sebelum memberikan izin, karena mereka ingin memastikan bahwa Machado tidak memanfaatkan bencana untuk keuntungan politik,” kata salah satu perwakilan otoritas Belanda.

Upaya Machado untuk kembali ke Venezuela tidak hanya menimbulkan reaksi dari AS, tetapi juga menarik perhatian pihak internasional. Beberapa negara tetangga mulai memantau dinamika politik Venezuela setelah kejadian gempa bumi, yang sekaligus memperlihatkan kelemahan pemerintahan saat ini. Meski demikian, kritik terhadap Machado tetap berlanjut, dengan alasan bahwa ia mengambil kesempatan dari situasi krisis untuk kembali berkiprah di ranah politik.

Menurut laporan terkini, jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Venezuela mencapai 1.943 orang, dengan lebih dari 10.500 warga mengalami cedera. Angka tersebut menunjukkan skala keparahan bencana, yang menambah tekanan pada pemerintahan Venezuela untuk menunjukkan respons cepat. Namun, sejumlah kelompok oposisi menganggap bahwa kejadian tersebut justru menjadi momentum untuk menumbangkan pemerintahan yang dianggap tidak efektif. Machado, dengan kehadirannya yang diharapkan, dianggap bisa menjadi simbol perlawanan yang kuat.

Kebijakan AS terhadap Venezuela terus berlanjut dengan sik