UE hampir 100 persen bergantung pada China untuk 17 bahan baku utama

Dalam sebuah wawancara di Madrid, Wakil Presiden Eksekutif Komisi UE Stephane Sejourne menyebutkan bahwa blok tersebut hampir sepenuhnya bergantung pada Tiongkok untuk 17 jenis bahan baku kritis, menurut laporan Sputnik/RIA Novosti.

“Terdapat 17 bahan baku utama, dan ketergantungan terhadap Tiongkok untuk bahan-bahan ini hampir mencapai 100 persen,” ujar Sejourne pada forum European Pulse.

Menurut pejabat tersebut, kondisi ini membahayakan stabilitas ekonomi UE, terutama saat transisi ke model ekonomi yang lebih digital. Sejourne juga menekankan upaya UE untuk menurunkan ketergantungan pada satu negara hingga di bawah 60 persen.

“Strategi ini melibatkan pengembangan industri pertambangan dan pengolahan bahan mentah di dalam wilayah Eropa, serta diversifikasi sumber pasokan melalui kerja sama dengan negara-negara lain,” tambahnya.

Sementara itu, Tiongkok dikatakan secara aktif menurunkan harga untuk mengurangi daya tarik investasi UE. Penurunan ini, kata Sejourne, seringkali cukup agresif dan memperlambat kemajuan dalam mengurangi ketergantungan pada negara tersebut.

Sebagai respons, UE sedang mengevaluasi kerja sama dengan negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan. Pejabat menyatakan bahwa komitmen untuk menerapkan strategi ini akan berlangsung dalam jangka 12 bulan ke depan, dengan alokasi dana sekitar 3 miliar euro atau setara Rp60 triliun.