Cara Sukses Menulis di Kumparan
Kumparan, sebagai platform media kolaboratif, tidak hanya menawarkan kesempatan untuk membaca berita tetapi juga menulis. Jika tulisanmu ditolak oleh tim moderator, mungkin ada dua aspek yang menjadi penyebabnya: identitas penulis dan kualitas konten. Berikut penjelasan lengkap mengenai hal-hal tersebut.
Aspek Identitas Penulis
Moderator menghiraukan tiga elemen utama dalam identitas seseorang. Pertama, nama lengkap. Gunakan nama sesungguhnya, bukan nama panggilan atau samaran. Kedua, biodata. Tambahkan informasi yang memudahkan pembaca mengenali profilmu, seperti profesi atau latar belakang pendidikan. Jika kamu adalah mahasiswa, sebutkan nama universitas serta fakultasmu. Ketiga, foto. Unggah gambar yang jelas agar wajahmu teridentifikasi dengan mudah, dan hindari menggunakan foto orang lain tanpa izin.
Kriteria Penilaian Konten
Konten yang ditulis di Kumparan dinilai berdasarkan beberapa faktor. Substansi tulisan harus orisinal, mengandung opini atau cerita yang menarik, dan menggunakan bahasa yang sopan. Jika ingin mengkritik, pastikan argumennya didukung dengan data yang valid. Contoh tulisan yang baik adalah “Bom Waktu itu Bernama Coronavirus: Apa yang Kita dan Pemerintah Harus Lakukan?” yang ditulis oleh Makhyan Jibril, seorang residen penyakit jantung dan pembuluh darah di Universitas Airlangga.
“Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Ananta Toer
Jika tulisan Makhyan Jibril terasa terlalu berat, kamu bisa melihat karya lain di bagian Opini dan Cerita Kumparan. Jangan lupa untuk mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dalam penulisan. Hindari menggunakan huruf kapital semua atau huruf kecil semata di judul, karena PUEBI mengatur aturan penulisan yang lebih tepat. Kamu bisa mengacu ke Kamus Besar Bahasa Indonesia dari pemerintah di https://kbbi.kemdikbud.go.id/.
Sejumlah masalah lain yang sering menyebabkan penolakan adalah kesalahan pengetikan (tipo). Banyak tulisan ditolak karena kebanyakan typo. Redaktur Kumparan hanya manusia dengan kemampuan dan kapasitas terbatas, sehingga mereka mungkin tidak mampu memperbaiki semua kesalahan. Tips: bacalah tulisanmu kembali, periksa dengan teliti, dan jangan terburu-buru saat mengirim.
Untuk foto, gunakan gambar yang diambil sendiri agar lebih autentik. Jika ingin menggunakan karya orang lain, pastikan tidak melanggar hak cipta. Selain itu, tulisan yang tergolong spam, iklan, atau berisi unsur komersial bisa ditolak. Bila isi tulisan dianggap mirip dengan konten di tempat lain atau terlalu serupa, atau dianggap tidak bermanfaat bagi pembaca, juga bisa menjadi alasan penolakan.
Menulis di Kumparan adalah cara untuk berkontribusi kepada publik yang luas. Pembaca dari seluruh Nusantara bahkan hingga luar negeri akan melihat karya-karyamu. Jika tulisan pertama ditolak, jangan menyerah. Coba kembali dengan versi yang lebih baik. Karena menulis adalah bentuk usaha untuk menghasilkan sesuatu yang abadi.
