JPO Stasiun Jatinegara Masih Jadi Titik Kecopetan, Masyarakat Meminta Penanganan Serius

Jakarta – Aktivitas pencurian tangan di sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, telah memicu kecemasan di kalangan warga sekitar dan pengguna transportasi umum. Berdasarkan pengamatan, masalah ini bukanlah hal yang baru dan semakin sering terjadi, menyebabkan rasa takut pada masyarakat.

Edi: Kumpulan Pelaku Diduga dari Luar Wilayah

Edi, seorang pengemudi ojek pangkalan di dekat stasiun, mengungkapkan bahwa para pelaku pencopetan kerap berkumpul di sepanjang trotoar dan area JPO. Menurutnya, mereka tidak berasal dari lingkungan setempat dan terlihat rutin berada di sana setiap hari.

“Bukan orang sini itu, orang luar. Mereka nongkrong bukan sesekali, tapi setiap hari. Warga juga jadi sering nangkep-nangkep sendiri,” ujar Edi di kawasan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu.

Kondisi ini membuat masyarakat sekitar merasa tidak nyaman. Edi berharap pihak berwenang dapat segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah tersebut.

“Warga sudah takut jadinya kalau lewat sini. Harapan saya, kalau bisa ditangkapi saja supaya tidak ada copet lagi, jadi tenang juga kalau lewat sini warga,” tambah Edi.

Lisa: Pengguna KRL Juga Merasa Khawatir

Situasi serupa juga dirasakan oleh Lisa (25), seorang pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) yang setiap hari melewati JPO di kawasan tersebut. Ia mengaku takut setiap kali harus melewati area itu, terutama setelah mendengar berbagai laporan kejahatan jalanan.

“Saya setiap hari turun di Stasiun Jatinegara dan lewat JPO. Jadi ngeri sendiri karena banyak kabar kecopetan,” kata Lisa.

Menurut Lisa, keberadaan orang tak dikenal yang kerap berkumpul di sekitar JPO membuat situasi semakin memprihatinkan. Ia menyebut mereka tidak tampak seperti pedagang atau pengguna jasa transportasi.