Peneliti sebut penderita diabetes kurang konsumsi makanan mikronutrien
Konsumsi Nutrisi dan Risiko Diabetes
Dalam penelitian terbaru yang dilakukan di India, para ilmuwan menemukan bahwa sebagian besar pasien diabetes tidak memenuhi kebutuhan nutrisi mikronutrien seperti vitamin, mineral, dan vitamin D. Studi ini menyoroti pentingnya nutrisi kecil dalam mengelola kondisi kesehatan tersebut.
Metode dan Peserta Penelitian
Sebelumnya, banyak penelitian tentang diabetes lebih fokus pada makronutrien seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Namun, para peneliti di India mencoba memperluas pemahaman dengan menggali hubungan antara diabetes dan asupan mikronutrien. Dari 132 studi yang ditinjau, terdapat total 52.501 partisipan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berbagai etnis, minimal usia 18 tahun, dan menderita diabetes tipe 2, termasuk yang mengalami komplikasi.
Temuan Utama
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 45 persen populasi penderita diabetes tipe 2 mengalami kekurangan dua jenis mikronutrien secara bersamaan. Sementara itu, 40 persen peserta yang mengalami komplikasi diabetes juga tergolong defisit nutrisi. Menariknya, perempuan lebih rentan mengalami kekurangan mikronutrien dibandingkan laki-laki.
Para peneliti bahkan telah menghubungkan konsumsi rutin sedikit cokelat hitam, tetapi bukan cokelat susu atau cokelat putih, dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah.
Sumber Nutrisi Mikronutrien
Vitamin D, yang paling sering defisit, mencapai prevalensi lebih dari 60 persen di antara penderita diabetes tipe 2. Magnesium menempati posisi kedua, dengan 42 persen pasien mengalami kekurangan. Vitamin B12 juga menjadi perhatian, karena 29 persen peserta yang mengonsumsi metformin—obat diabetes umum—ternyata mengalami defisiensi.
Kebiasaan Harian dan Solusi Praktis
Meski kekurangan mikronutrien umum terjadi pada pasien diabetes, peneliti menyarankan perubahan kecil dalam pola makan. Misalnya, mengganti soda harian dengan air putih atau mengganti makanan bergula dengan pilihan yang lebih sehat, seperti segenggam kacang atau sepotong cokelat hitam. Konsumsi makanan utuh serta mengurangi asupan gula, natrium, dan lemak jenuh bisa membantu memperbaiki status nutrisi.
Untuk menambah magnesium, cokelat hitam menjadi sumber yang kaya. Selain itu, kacang-kacangan juga bisa digunakan untuk meningkatkan asupan. Jika diet cenderung berbasis makanan ultra olahan, penggantian satu atau dua makanan per hari dengan pilihan yang lebih alami bisa menjadi langkah efektif.
