Kapan Malam Lailatul Qadar 2026 Berakhir? Simak Jadwal, Jam, dan Tanda-tandanya

Menjelang akhir Ramadan 1447 H (2026), umat Muslim berupaya mengidentifikasi Malam Lailatul Qadar yang dianggap sebagai momentum istimewa. Dalam Al-Qur’an, malam tersebut disebut sebagai “malam yang lebih baik dari seribu bulan” dan memiliki makna mendalam dalam praktik ibadah.

Periode Waktu Lailatul Qadar

Malam kemuliaan ini dianggap mulai dari saat matahari terbenam (Maghrib) hingga terbit fajar sidik. Menurut penjelasan ulama, kesempatan untuk beribadah mengisi waktu tersebut diutamakan dari salat Isya hingga azan Subuh.

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Keterangan ini menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar tidak hanya mencakup tengah malam, tetapi juga meliputi periode pagi hari sebelum matahari menyengat. Maka, kegiatan beribadah dianjurkan terus berlangsung hingga menjelang terbit fajar.

Jadwal Prediksi Tanggal Lailatul Qadar

Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada 10 hari terakhir Ramadan, terutama pada malam ganjil. Berdasarkan kalender 2026, berikut penanggalan yang paling mungkin:

Malam ke-21 diperkirakan terjadi pada Rabu, 11 Maret 2026. Malam ke-23 mungkin pada Jumat, 13 Maret 2026, menurut pendapat Imam Syafi’i. Malam ke-25 berpotensi pada Minggu, 15 Maret 2026. Sementara malam ke-27, yang dianggap paling mungkin, jatuh pada Selasa, 17 Maret 2026. Malam ke-29 diperkirakan pada Kamis, 19 Maret 2026.

Gejala Tanda Malam Lailatul Qadar

Pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar, beberapa tanda alam dianggap dapat diamati:

Matahari terbit dengan sinar cerah namun tidak terik, mencerminkan keadaan udara yang sejuk. Suara dan keheningan lingkungan juga dianggap berbeda, serta suhu udara yang terasa nyaman.

“Matahari Cerah tapi Tidak Terik” adalah ciri khas pagi hari setelah malam Lailatul Qadar, di mana sinar matahari tidak menyengat.

Banyak umat Muslim menganggap keadaan cuaca seperti ini sebagai indikator bahwa malam kemuliaan telah berlalu.

Mengapa Waktu Lailatul Qadar Dirahasiakan?

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa Allah SWT merahasiakan tanggal pasti Lailatul Qadar agar umatnya tidak hanya fokus pada satu malam, tetapi tetap tekun beribadah selama sepuluh hari terakhir Ramadan. Hal ini menegaskan pentingnya kesabaran dan konsistensi dalam berusaha mencari keberkahan.