Meeting Results: Menpar harap kunjungan PM Modi tingkatkan eksposur Candi Prambanan

Meeting Results: Kunjungan PM Modi Tingkatkan Eksposur Candi Prambanan

Meeting Results – Jakarta – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan optimisme bahwa kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan eksposur Candi Prambanan. Langkah ini tidak hanya menyasar pasar domestik India, tetapi juga membuka peluang menjangkau audiens internasional yang lebih luas. Dalam pernyataannya yang dikonfirmasi di Jakarta pada hari Kamis, Widiyanti menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan peningkatan jumlah wisatawan asal India yang mengunjungi berbagai destinasi prioritas nasional.

“Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi pariwisata prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Momentum Diplomasi Budaya dan Pariwisata

Kehadiran Widiyanti di Candi Prambanan, Yogyakarta, pada hari Rabu (8/7) merupakan bagian dari pendampingan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Meeting Results menunjukkan bahwa Menteri Pariwisata menilai momen kunjungan PM Modi sebagai kesempatan emas untuk mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat global. Kedekatan historis dan budaya antara Indonesia dan India menjadi faktor pendorong utama yang memungkinkan sejumlah destinasi di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya bagi segmen wisatawan yang tertarik dengan wisata spiritual dan budaya.

Sebagai contoh konkret, pemerintah Indonesia telah memulai pengembangan peringatan Siwaratri dan Mahasiwaratri sejak tahun 2025. Kegiatan keagamaan dan budaya ini diproyeksikan dapat menarik minat wisatawan mancanegara, terutama yang berasal dari India. Selain itu, berbagai kegiatan festival juga terus digalakkan untuk memperkuat daya tarik kawasan Prambanan, termasuk Prambanan Shiwa Festival dan Prambanan Jazz Festival, serta beragam kegiatan budaya dan pariwisata lainnya.

Penguatan Konektivitas dan Paket Wisata

Untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan, Kementerian Pariwisata aktif bekerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya adalah menghadirkan paket wisata yang menarik sekaligus memperkuat konektivitas menuju Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah mendorong pembukaan penerbangan langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Koordinasi dengan pemerintah India dilakukan untuk membuka rute baru menuju YIA, sementara Angkasa Pura didorong untuk memberikan insentif berupa pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat pada periode tertentu.

Menurut Widiyanti, dengan konektivitas yang semakin luas, peluang peningkatan kunjungan wisatawan, pertukaran budaya, kegiatan MICE, investasi pariwisata, serta pengembangan paket wisata berbasis budaya, spiritualitas, kebugaran dan warisan budaya diharapkan semakin terbuka. Kementerian Pariwisata juga telah mendorong India untuk masuk dalam skema Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi turis. Usulan tersebut saat ini masih dalam proses pembahas di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia.

“Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Modi, kami berharap dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia di mata wisatawan India dan komunitas internasional,” ujarnya.

Sejarah Kerjasama Indonesia-India

Sebelumnya, Indonesia dan India telah berupaya memperkuat hubungan kerja sama di berbagai sektor dalam berbagai kesempatan. Salah satu tonggak penting adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama di bidang pariwisata pada 8 Februari 2000. Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, promosi, MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), investasi, serta kerja sama sektor swasta.

Pada 30 Mei 2018, Indonesia dan India juga sepakat membentuk Satuan Tugas Bersama untuk meningkatkan konektivitas antara Kepulauan Andaman dan Nicobar dengan provinsi-provinsi di Pulau Sumatera. Tindak lanjut Satuan Tugas Bersama tersebut terus dilakukan hingga 2020, antara lain melalui promosi pariwisata bersama, pengembangan paket wisata, serta pertukaran budaya. Hubungan Indonesia dan India juga semakin diperkuat melalui berbagai forum kerja sama multilateral seperti kerja sama ASEAN–India terkait Pernyataan Bersama mengenai kerja sama dalam mendukung ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

Tren Kunjungan Wisatawan India

Data terbaru menunjukkan tren positif dalam kunjungan wisatawan mancanegara asal India. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal India dari Januari hingga Mei 2026 sebesar 298.450 kunjungan, meningkat (+0.40 persen) dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Kunjungan wisatawan India juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat promosi destinasi wisata melalui berbagai inisiatif strategis.