Wisata olahraga efektif promosikan pariwisata dan geliat ekonomi lokal
Sport Tourism: Strategi Efektif Mendorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal Indonesia
Wisata olahraga efektif promosikan pariwisata dan geliat – Jakarta – Vinsensius Jemandu, sebagai Ahli Utama bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif di Kementerian Pariwisata, menyampaikan pandangannya mengenai efektivitas sport tourism dalam mempromosikan destinasi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal. Menurutnya, konsep wisata olahraga ini memiliki potensi besar untuk menarik partisipasi massa yang signifikan dengan biaya operasional yang relatif terjangkau, namun memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi komunitas sekitar. Melalui berbagai kegiatan lari dan event olahraga lainnya, Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sektor pariwisata nasional.
Dampak Ekonomi yang Terukur
Menurut Vinsensius, salah satu keunggulan utama dari penyelenggaraan kegiatan olahraga adalah kemampuannya untuk mengumpulkan banyak orang dalam satu waktu. Hal ini secara otomatis mendorong aktivitas ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar lokasi event. Selain itu, pergerakan wisatawan nusantara juga meningkat, di mana peserta tidak hanya berasal dari satu wilayah, tetapi juga dari kabupaten dan provinsi tetangga. Wisata olahraga efektif promosikan pariwisata karena menciptakan ekosistem bisnis yang saling mendukung antara penyelenggara event, hotel, restoran, dan pedagang lokal.
“Karena apa? UMKM-nya akan hidup. Terus pergerakan wisatawan nusantara-nya juga dari kabupaten, provinsi sekitar juga ikut ke sana. Jadi efektif sekali untuk promosi pariwisata dan menggerakkan ekonomi lokal,” kata Vinsensius, saat ditemui media usai ajang Senior Happy Run 5K 2026 di Jakarta, Minggu.
Tren Wellness Tourism yang Berkembang Pesat
Kementerian Pariwisata memiliki harapan agar setiap destinasi wisata di Indonesia dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan wellness atau kebugaran, termasuk sport tourism. Fenomena ini semakin menguat semenjak pandemi COVID-19, ketika masyarakat mulai lebih memperhatikan kesehatan tubuh. Tren wellness tourism kini telah berubah menjadi gaya hidup dan dianggap sebagai produk berkualitas tinggi dalam industri pariwisata. Vinsensius menjelaskan bahwa terdapat tiga kategori utama produk wisata, yaitu budaya (culture), alam (nature), dan buatan (man-made). Dalam kategori man-made, sport tourism mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pergeseran ini menunjukkan perubahan pola kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Kalau dulu kita melihat bahwa (produk wisata) culture ini memberikan kontribusi 60 persen untuk wisatawan mancanegara, nature sekitar 30 persen, man-made 10 persen. Nah sekarang berbalik yang man-made ini seperti yang wellness, lari, hyrox dan semua olahraga yang kaitannya dengan pariwisata itu meningkat sampai 20 persen,” ujar Vinsensius.
Pergeseran Positif dalam Kontribusi Wisata
Menurut Vinsensius, perubahan proporsi kontribusi ini merupakan perkembangan yang sangat positif. Hal tersebut berkaitan langsung dengan peningkatan spending atau pengeluaran wisatawan serta devisa yang masuk ke negara. Dengan meningkatnya minat terhadap produk wisata man-made, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik wisatawan dengan daya beli yang lebih tinggi. Wisata olahraga efektif promosikan pariwisata karena mampu menarik segmen pasar yang lebih luas dengan karakteristik konsumsi yang berbeda dari wisatawan tradisional.
Sementara itu, di tingkat domestik, kegiatan sport tourism telah tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini mencerminkan kesadaran masyarakat Indonesia yang semakin tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik. Bahkan, generasi muda menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Dulu, anak-anak muda cenderung menghabiskan waktu luang mereka di kafe-kafe. Namun, kini ketika ada event lari atau kegiatan olahraga lainnya, mereka lebih memilih untuk berpartisipasi langsung dalam aktivitas tersebut.
Tren positif ini menjadi indikator bahwa sport tourism di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang baik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan promosi yang konsisten, sektor ini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan pariwisata nasional serta penguatan ekonomi lokal di berbagai daerah. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism unggulan di kawasan Asia Tenggara.
