Kebakaran melanda gedung Kampus Binus di Kemanggisan Jakbar
Kebakaran melanda Gedung Kampus Binus di Kemanggisan Jakbar
Asap Tebal dan Respons Petugas Pemadam
Kebakaran melanda gedung Kampus Binus di Kemanggisan – Jakarta, Jumat pagi – Kebakaran yang terjadi di Kampus Bina Nusantara (Binus) di area Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, memperlihatkan kekacauan yang signifikan. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal terbang tinggi dari titik api di dalam gedung kampus tersebut. Saat kejadian, para petugas pemadam kebakaran terlihat bekerja sibuk di sekitar lokasi, sementara kendaraan-kendaraan pemadam berjejer di area kampus serta di tepi Jalan Rawa Belong, Palmerah.
Kebakaran ini diakui oleh Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat. Menurutnya, situasi kebakaran di Binus Kemanggisan memang benar-benar terjadi. ‘Benar, ini terjadi di Binus Kemanggisan, ya. Saat ini, saya bersama tim sudah berada di lokasi untuk menangani situasi,’ ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
“Situasi kebakaran, proses pemadaman asap tebal,” ujar Syaiful.
Menurut laporan, kejadian api pertama kali dilaporkan pada pukul 05.30 WIB. Setelah menerima informasi, tim pemadam kebakaran Jakarta Barat segera tiba di lokasi pada 05.40 WIB. Dalam pengerahan awal, tercatat sekitar lima unit armada pemadam kebakaran dengan 30 personel dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api.
Walaupun respons cepat dari petugas sudah dilakukan, penyebab awal kebakaran masih menjadi misteri. Tidak diketahui secara pasti ruangan mana yang terkena api, meskipun asap tebal terus memuncak dan mengganggu aktivitas di sekitar kampus. Sejumlah mahasiswa dan staf kampus yang berada di lingkungan tersebut sempat terlihat berlarian sambil membawa barang-barang pribadi untuk menghindari bahaya.
Syaiful Kahfi menjelaskan bahwa operasi pemadaman masih berlangsung hingga sekitar pukul 07.30 WIB. ‘Kami sedang berupaya maksimal untuk memadamkan api sebelumnya menyebar ke area lain,’ tambahnya. Petugas terus melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tertinggal, terutama di bagian atap gedung yang memungkinkan api meluas ke lantai atas.
Kebakaran di Binus Kemanggisan juga menarik perhatian warga sekitar. Banyak orang yang berkumpul di dekat kampus untuk melihat aksi pemadam kebakaran. Suara siren dan aktivitas penyebaran air dari armada pemadam bisa terdengar cukup jauh. Sejumlah warga mengatakan bahwa asap yang muncul membuat udara terasa berat dan menyebabkan kebingungan di area kampus.
Bagian terpenting dari kejadian ini adalah kecepatan respons dari petugas pemadam. Karena api muncul pagi hari, sebagian besar waktu pemadaman bisa dilakukan sebelum kondisi memburuk. Namun, kejadian ini tetap memicu kekhawatiran terhadap keselamatan kampus dan perlunya inspeksi lebih lanjut untuk mengungkap akar masalah. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas juga menegaskan bahwa upaya pemadaman sedang berjalan optimal, dengan fokus pada pencegahan penyebaran api ke bagian lain gedung.
Menurut Syaiful, beberapa area di dalam kampus masih dalam proses pemantauan. ‘Kami memastikan semua titik potensial yang mungkin terbakar sudah dikendalikan,’ kata dia. Meski demikian, pihaknya belum mampu mengidentifikasi sumber api atau bagian kampus yang terdampak. Pihak rektorat dan tim pemadam kebakaran akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memperjelas informasi tersebut.
Dalam upaya memadamkan api, para petugas memanfaatkan alat-alat pemadam modern dan melakukan koordinasi dengan petugas dari sejumlah area lain. Tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini, meskipun beberapa orang terlihat terluka akibat paparan asap. Petugas medis juga turut hadir di lokasi untuk menangani kondisi tersebut.
Sebagai institusi pendidikan yang memiliki puluhan ribu mahasiswa, Binus Kemanggisan menjadi lokasi yang strategis dan rentan terhadap risiko kebakaran. Dengan kejadian ini, pihak universitas berkomitmen untuk meningkatkan keamanan kampus, termasuk inspeksi rutin terhadap peralatan listrik dan sistem pemadam. Kebakaran juga memicu diskusi tentang keberlanjutan infrastruktur gedung di area tersebut.
Sementara itu, para mahasiswa yang pulang ke rumah belum sepenuhnya aman. Beberapa dari mereka mengaku merasa cemas dan meminta informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut. Tidak semua ruangan bisa digunakan karena adanya kekhawatiran asap yang masih berada di sekitar area kampus. Pemadam kebakaran terus bekerja hingga kondisi stabil, meskipun sebagian besar api sudah berhasil dipadamkan.
Kebakaran di Binus Kemanggisan menjadi peristiwa yang mengguncang komunitas pendidikan dan warga sekitar. Dengan sistem alarm dan alat pemadam yang terinstal, petugas mampu mengendalikan situasi secara efektif. Namun, investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada faktor penyebab yang terlewat. Pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran berharap kejadian ini menjadi pelajaran untuk meningkatkan kehati-hatian di sekitar gedung-gedung kampus.
Kegiatan belajar mengajar di kampus tersebut terganggu hingga saat ini. Beberapa ruangan di gedung yang terkena api dinyatakan tidak bisa digunakan sementara waktu. Sebagai langkah pencegahan, pihak rektorat juga telah meminta bantuan dari tim penanggulangan darurat dan menyediakan tempat pengungsian bagi mahasiswa yang terdampak. Kebakaran ini menunjukkan pentingnya siap siaga dalam menghadapi bencana seperti ini.
Dengan pengerahan personel yang cukup, proses pemadaman di Binus Kemanggisan bisa berjalan lancar. Namun, petugas masih membutuhkan waktu untuk memastikan tidak ada sisa api yang menyebabkan kerusakan lanjut. Kondisi di sekitar lokasi pun mulai stabil, meskipun aroma asap masih terasa cukup mengganggu. Kebakaran ini menunjukkan tanggung jawab petugas pemadam dalam menangani insiden yang terjadi di area publik.
Kepala Sek
