MOI Desak Pembukaan Kembali Masjid Al-Aqsa untuk Umat Muslim

Dalam aksi yang berlangsung di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Minggu, Majelis Ormas Islam (MOI) meminta pembukaan kembali Masjid Al-Aqsa di Yerusalem bagi umat Muslim. Ketua Presidium MOI, KH. Nazar Haris, menegaskan bahwa tempat ibadah itu saat ini dipersendirikan dari akses umat Muslim, sementara kelompok Yahudi bisa masuk tanpa hambatan. “Ini adalah momen penting yang perlu direspons oleh seluruh umat Islam, agar terbangun kesadaran global tentang pentingnya menjaga hak-hak umat Muslim di sana,” ujarnya.

“Membela, membebaskan, membuka, dan memerdekakan Masjid Al-Aqsa untuk kaum Muslimin. Ini sesuatu yang penting. Maka pada hari ini, kita mengadakan aksi untuk memulai kesadaran di dunia Islam,” tambah Nazar.

Aksi yang dihadiri oleh puluhan ribu peserta ini dianggap sebagai upaya memperkuat tekanan terhadap komunitas internasional agar segera mengambil sikap terhadap isu tersebut. Nazar juga mengingatkan bahwa Masjid Al-Aqsa adalah salah satu pusat ibadah terpenting bagi umat Islam, bersamaan dengan Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. “Masjid Al-Aqsa disebutkan secara eksplisit dalam Al-Quran, sehingga menjadi simbol spiritual yang tak tergantikan,” lanjutnya.

Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 08.30 WIB menunjukkan bahwa massa aksi yang dipimpin oleh MOI memenuhi ruas Jalan Merdeka Selatan arah barat. Demonstran berkumpul hingga mencapai gerbang Monas dekat Stasiun Gambir, dengan pakaian gamis berwarna putih dan atribut yang mencerminkan semangat Indonesia dan Palestina. Di seberang Kedubes AS, dekat brikade beton, terdapat panggung orasi setinggi sekitar dua meter.

Pada latar belakang panggung itu, gambar tiga perajurit TNI yang gugur di Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian PBB terpajang. Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Fariza Rhomadhon. Aksi ini diadakan sebagai belasungkawa terhadap para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa mereka dalam perdamaian.