Pramono sebut program pelatihan kerja tekan angka pengangguran di DKI
Pramono Anung Wibowo: Program Pelatihan dan Peningkatan Akses Kerja Turunkan Pengangguran di Jakarta
Upaya Strategis Pemerintah DKI dalam Menciptakan Lapangan Pekerjaan
Indocrowdfunding.com – Jakarta, ibu kota Indonesia, terus melakukan berbagai terobosan dalam upaya menekan angka pengangguran melalui serangkaian program pelatihan kerja dan peningkatan akses kesempatan kerja. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan bahwa inisiatif-inisiatif tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kondisi ketenagakerjaan di wilayah metropolitan ini. Menurut beliau, langkah-langkah yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dirancang untuk menciptakan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta.
Di antara program yang telah diluncurkan adalah program padat karya yang menyasar 2.843 lowongan kerja baru. Program ini melibatkan berbagai dinas pemerintah daerah, termasuk Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, Pertamanan, serta Hutan Kota. Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya menyerap tenaga kerja lokal yang membutuhkan pekerjaan, sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur dan lingkungan di Jakarta.
Program Magang dan Pelatihan Reguler Memberi Dampak Nyata
Selain program padat karya, pemerintah DKI juga telah mengimplementasikan program magang yang khusus ditujukan bagi lulusan sekolah menengah atas atau sederajat. Hingga saat ini, sebanyak 1.000 lulusan telah mengikuti program tersebut dengan melibatkan 107 perusahaan mitra. Program magang ini memberikan kesempatan bagi para lulusan untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di dunia industri, sehingga meningkatkan daya saing mereka di pasar tenaga kerja.
Pelatihan keterampilan reguler juga telah dilaksanakan dengan antusiasme yang tinggi. Total peserta yang mengikuti pelatihan ini mencapai 630 orang. Sementara itu, Mobile Training Unit (MTU) yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta juga telah menarik minat 2.731 peserta. Unit pelatihan bergerak ini memungkinkan masyarakat di berbagai wilayah Jakarta untuk mengakses pelatihan keterampilan tanpa harus bepergian jauh, sehingga meningkatkan efisiensi dan jangkauan program.
“Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta,” papar Pramono.
Data Ketenagakerjaan Jakarta Tahun 2026 Menunjukkan Tren Positif
Gubernur Pramono juga menjelaskan bahwa data ketenagakerjaan Jakarta pada tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tingkat partisipasi angkatan kerja mengalami peningkatan sebesar 0,08 poin secara year on year, sehingga mencapai 65,48 persen. Jumlah penduduk yang bekerja juga bertambah sebanyak 62,18 ribu orang, sehingga totalnya mencapai 5,2 juta orang yang bekerja di Jakarta.
Perbaikan kondisi ketenagakerjaan ini juga tercermin dari penurunan tingkat pengangguran terbuka. Pada Februari 2026, tingkat pengangguran terbuka di Jakarta menurun sebesar 0,15 poin menjadi 6,03 persen. Penurunan ini menunjukkan bahwa program-program yang telah dijalankan memberikan hasil yang nyata dalam menyerap tenaga kerja di ibu kota.
Kerjasama Internasional Membuka Peluang Kerja ke Luar Negeri
Melampaui upaya domestik, Pemerintah Jakarta juga terus melanjutkan program-program kerja sama untuk mengirim tenaga kerja ke berbagai negara tujuan. Beberapa negara yang menjadi destinasi utama adalah Jepang, Korea, Jerman, dan Arab Saudi. Program ini tidak hanya membuka peluang kerja bagi masyarakat Jakarta, tetapi juga memberikan pengalaman internasional yang berharga.
“Karena itulah yang akan memberikan ruang dan juga pengalaman bagi para pekerja dari Jakarta untuk bisa secara langsung bekerja di luar negeri,” jelasnya.
Kerjasama internasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta melalui pengiriman tenaga kerja terampil ke pasar kerja global. Dengan pengalaman kerja di luar negeri, para pekerja diharapkan dapat membawa pulang keterampilan dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan di Indonesia. Program-program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah DKI untuk menciptakan tenaga kerja yang kompetitif dan berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun global.
Dengan berbagai program yang telah dan akan dijalankan, pemerintah DKI Jakarta optimis bahwa angka pengangguran akan terus menurun dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara bertahap. Kolaborasi antara program pelatihan, magang, padat karya, dan kerjasama internasional menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan di Jakarta.
