Special Plan: Pemkot Jakbar himpun 78 ekor hewan kurban untuk disalurkan
Pemkot Jakbar himpun 78 ekor hewan kurban untuk disalurkan
Special Plan – Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Jakbar) secara resmi mengumpulkan sejumlah hewan kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat. Total 78 ekor hewan, terdiri dari 51 sapi dan 27 kambing, telah diserahkan ke Kantor Wali Kota untuk disalurkan ke berbagai institusi dan kelompok yang membutuhkan. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mengoptimalkan distribusi hewan kurban agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Koordinasi untuk Pastikan Kualitas Hewan Kurban
Pemkot Jakbar menegaskan bahwa semua hewan yang diterima telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (Sudin KPKP) setempat. “Semua hewan kurban yang masuk ke kantor wali kota telah dicek kondisi kesehatannya oleh dokter hewan, dengan pengawasan dari Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat,” tutur Iin dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Rabu.
“Semoga hewan kurban yang telah disalurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Iin, menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pihak. Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar kualitas hewan kurban agar terjamin kehalalan dan kesehatannya bagi penerima.
Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Barat telah melakukan pemeriksaan di Masjid Assahara, Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat. Proses ini dilakukan menjelang Idul Adha, Senin (25/5) sore. Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP, Tanti, menjelaskan bahwa pemeriksaan bertujuan memastikan hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat kurban.
“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ke masjid-masjid dilakukan untuk melihat apakah hewan layak dikurbankan atau tidak. Dalam rangkaian ini, sebanyak 16 ekor sapi dan 8 ekor kambing telah kami periksa di masjid ini,” kata Tanti, Senin (25/5).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup pengamatan kondisi fisik hewan. Petugas memeriksa mata, gigi, lidah, serta mengambil sampel air liur untuk analisis lebih lanjut. Selain itu, detak jantung, suhu tubuh, dan kondisi mulut, kuku, serta hidung juga menjadi fokus penilaian. “Verifikasi dokumen Surat Kesehatan Hewan (SKH) menjadi langkah penting untuk memastikan hewan yang dikurbankan memenuhi standar kesehatan dan aturan syariat,” lanjut Tanti.
Proses Pemeriksaan yang Terstruktur
Tanti menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi juga menjaga kualitas hewan yang diberikan. “Dengan mengecek kondisi fisik hewan secara rinci, kita dapat memastikan bahwa hewan kurban memiliki nilai gizi dan kehalalan yang baik,” ujarnya.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memenuhi prinsip halal dan thayyib, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat melaksanakan ibadah kurban,” tambah Tanti. Proses ini juga meminimalkan risiko penyakit yang bisa menyebar ke masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pihak Sudin KPKP membagi tugas secara terstruktur. Petugas terlibat langsung dalam pemeriksaan fisik, sementara dokumen SKH diperiksa secara terpisah untuk memastikan kelengkapan administrasi. Selain itu, ada pengawasan berkala terhadap kebersihan lingkungan sekitar masjid dan lokasi penyimpanan hewan kurban.
Penghimpunan Hewan Kurban sebagai Bentuk Kepedulian
Kepala Sudin KPKP menekankan bahwa pemeriksaan ini menjadi bagian dari komitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Kami berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjamin hewan yang disalurkan dalam kondisi prima,” katanya.
“Verifikasi dokumen Surat Kesehatan Hewan (SKH) menjadi langkah penting untuk memastikan hewan yang dikurbankan memenuhi standar kesehatan dan aturan syariat,” lanjut Tanti. Proses ini juga meminimalkan risiko penyakit yang bisa menyebar ke masyarakat.
Pemkot Jakbar menambahkan bahwa penghimpunan hewan kurban ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. “Kami berharap kerja sama yang telah terjalin bisa terus dipertahankan, sehingga program ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas,” ujar Iin. Selain itu, ia juga mengapresiasi partisipasi warga dalam menyalurkan hewan kurban ke pusat penerimaan.
Menurut Iin, inisiatif ini memberikan dampak positif, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. “Hewan kurban yang disalurkan dapat menjadi bantuan penting bagi keluarga yang membutuhkan,” jelasnya. Pemkot Jakbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam berbagai program sosial.
Persiapan untuk Idul Adha yang Lebih Baik
Menjelang Idul Adha, Pemk
