Perang dengan Iran, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah

Ketegangan di wilayah Timur Tengah memuncak akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Pemerintah AS mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk segera meninggalkan beberapa negara dalam kawasan tersebut, seperti Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, serta Yaman. Tindakan ini diambil setelah perang memperlihatkan risiko memperluas dan berlangsung dalam jangka waktu lama.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam jumpa pers di Jakarta, menegaskan bahwa serangan yang dilakukan pihak Iran hanya menargetkan pangkalan militer AS yang berada di wilayah negara-negara tetangga. “Kami menyerang pangkalan-pangkalan militer musuh (AS) yang menggunakan wilayah negara-negara tetangga kami. Wilayah itu dianggap milik musuh, sehingga kami tidak bermaksud menyerang negara-negara tersebut,” jelasnya.

“Kami menyerang pangkalan-pangkalan militer musuh (AS) yang menggunakan wilayah-wilayah negara tetangga kami. Pangkalan-pangkalan militer itu merupakan wilayah milik musuh tersebut. Jadi kami sama sekali tidak bermaksud menyerang negara tetangga kami, tapi musuh yang memanfaatkan wilayah dari negara tetangga kami,” ucap Mohammad Boroujerdi.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik kemungkinan berlangsung hingga empat sampai lima minggu ke depan. Ia juga mengejutkan dengan tindakan Iran yang menyerang negara-negara tetangganya. Meski serangan balasan dari Teheran berdampak ke sejumlah wilayah sekitar, Iran membantah sengaja menargetkan negara-negara tersebut.

Situasi keamanan yang tidak menentu semakin memburuk setelah kabar pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dianggap sebagai titik balik yang memicu perang berkepanjangan. Sampai saat ini, belum ada penjelasan jelas mengenai rencana evakuasi besar-besaran untuk warga sipil di daerah rawan.

Laporan terbaru dari Al Jazeera, pada Selasa (3/3/2026), menyebutkan adanya ledakan di langit Doha, Qatar. Peristiwa ini meningkatkan kekhawatiran akan penyebaran dampak perang ke negara-negara Teluk. Konflik antara AS-Israel dan Iran kini menjadi sorotan global, dengan risiko mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan energi dunia.