Siapa Mansoureh Khojasteh, Istri Khamenei yang Disebut ‘Mati Syahid’?

Jakarta, CNBC Indonesia – Kematian Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri dari Ayatollah Ali Khamenei, diumumkan oleh media Iran yang diakui pemerintah, Selasa. Ia meninggal dunia setelah menderita cedera akibat serangan udara yang dilakukan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Insiden ini menjadi bagian dari kenaikan intensitas konflik besar di wilayah Timur Tengah.

Profil Mansoureh Khojasteh

Dilahirkan di Mashhad, Mansoureh Khojasteh berasal dari keluarga beragama yang terkenal. Ia menikah dengan Khamenei pada tahun 1964 dan memainkan peran sebagai istri pemimpin tertinggi serta ibu dari enam anak, termasuk Mostafa, Mojtaba, dan Masoud. Dalam kehidupan publiknya, ia dikenal sangat menjaga keprifatan dan jarang muncul di acara politik. Fokus utamanya lebih pada keluarga dan aktivitas keagamaan.

Menurut laporan, Bagherzadeh berusia sekitar 79 tahun dan sempat dalam kondisi koma sebelum akhirnya meninggal di Teheran, Iran, pada 2 Maret 2026. Kematian tersebut terjadi setelah serangan yang menewaskan suaminya pada 28 Februari 2026. Keduanya menjadi korban dari operasi militer yang menargetkan Iran, termasuk lokasi strategis seperti kantor Khamenei di Teheran.

Media Iran, seperti Press TV dan Fars News Agency, menyatakan bahwa Bagherzadeh “telah mencapai kesyahidan” setelah serangan tersebut. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kematian dalam konteks pertarungan atau serangan dari lawan.

Peristiwa ini juga menyebutkan bahwa sejumlah anggota keluarga dekat, termasuk anak, menantu, dan cucu, dilaporkan tewas dalam serangan yang sama. Konflik ini memicu reaksi diplomatik serta militer dari berbagai negara, sekaligus menimbulkan tindakan balasan dari Iran. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas luar Iran yang mengonfirmasi rincian kematian Bagherzadeh, meski pengakuan media setempat menjadi bagian dari narasi kerusakan yang terus berlanjut dalam konflik tersebut.