Kronologi Lengkap Sampah TPST Bantargebang Longsor Menimbun Lima Truk dan Warung, Empat Orang Ditemukan Meninggal Dunia

Pada hari Minggu (8/3/2026), sebuah longsor gunungan sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Bencana ini menyebabkan beberapa truk dan bangunan di sekitar lokasi tertimbun. Dalam kejadian tersebut, empat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua orang lainnya selamat.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban di lokasi kejadian. Evakuasi berlangsung dengan bantuan sekitar 20 unit mesin berat. Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat truk-truk sampah sedang berada di antrean untuk menurunkan muatan.

“Tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa 5 unit truk sampah dan 1 warung di sekitar lokasi,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3).

BPBD mencatat sekitar 10 orang diduga tertimbun, terdiri dari lima warga dan lima sopir truk. Empat dari mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, yakni Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno (sopir truk), serta Irwan Supriatain (42), yang juga merupakan sopir. Sementara dua korban lain, Jonan dan Risno, dinyatakan selamat.

Polda Metro Jaya menduga adanya korban tambahan dan truk sampah yang tertimbun. Peristiwa ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan selama waktu lama, menurut Pramono, yang mengungkapkan bahwa curah hujan tinggi membuat tumpukan sampah menjadi licin.

“Dugaan penyebab hujan lenat dengan durasi lama,” ujar Pramono.

Longsor terjadi di Zona 4C TPST Bantargebang, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Pemerintah DKI Jakarta mengambil langkah darurat setelah bencana maut tersebut. Stabilitas material yang terjatuh masih dianggap rentan, sehingga tim gabungan dan masyarakat sekitar diminta berhati-hati.