Ibas: Lembaga dan Mahasiswa Perlu Bersinergi Hadapi Tantangan Hukum

Jakarta – Edhie Baskoro Yudhoyono, yang dikenal sebagai Ibas, menegaskan pentingnya kerja sama antara lembaga negara dan kalangan mahasiswa dalam mengatasi masalah hukum saat ini. Ia menyoroti betapa rumitnya tantangan hukum modern, yang melibatkan pergeseran hukum internasional, konflik global, serta perkembangan teknologi dan proses digitalisasi.

“Siapa yang menguasai data, mereka yang akan menguasai dunia,” ujar Ibas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut Ibas, kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan, menawarkan peluang sekaligus tantangan dalam ranah hukum, termasuk kasus kejahatan siber dan perlindungan data. Dalam menjalankan tugas, parlemen memiliki tiga fungsi pokok, yakni perundang-undangan, pengawasan, serta pengelolaan anggaran, yang bertujuan mencapai kesejahteraan masyarakat.

Namun, Ibas mengakui adanya berbagai tantangan, seperti kompleksitas hukum, judicial review terhadap peraturan-peraturan, tekanan politik, serta ekspektasi masyarakat yang tinggi. “Pekerjaan kami dilakukan dalam dinamika yang tidak mudah, tetapi semua harus tetap bermuara pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ibas menekankan bahwa sinergi antara instansi negara dan dunia akademik melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi hal yang krusial. Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam mengawasi kebijakan publik secara kritis dan konstruktif.

“Katakan baik jika itu baik, katakan tidak jika itu tidak, dan dorong perbaikan jika memang perlu disempurnakan,” kata dia.

Ibas berharap mahasiswa menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Menurutnya, perubahan dimulai dari diri sendiri, sekaligus menjaga sikap optimis dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan adil. “Mahasiswa adalah kekuatan, bukan nanti, tapi sekarang,” ujarnya.