Megawati hadiri pameran foto refleksi 30 tahun Kudatuli
Megawati Soekarnoputri Hadir dalam Pameran Foto Refleksi 30 Tahun Kudatuli
Indocrowdfunding.com – Jakarta – Megawati hadiri pameran foto refleksi 30 tahun Kudatuli yang diselenggarakan di Ruang Museum Koleksi Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Acara yang bertajuk ‘Meretas Jalan Demokrasi’ ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan sekaligus Presiden Kelima Republik Indonesia pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Pameran tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat untuk menelusuri kembali perjalanan sejarah bangsa Indonesia, khususnya peristiwa 27 Juli 1996 yang lebih dikenal dengan sebutan Kudatuli.
Ketika tiba di lokasi, Megawati terlihat mengenakan busana dengan dominasi warna merah dan dilengkapi selendang batik yang elegan. Ia didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, saat melangkah masuk ke area pameran. Kedatangan tokoh perempuan pertama Indonesia ini disambut hangat oleh jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan yang telah menunggu di tempat tersebut.
Prosesi Pembukaan dan Pengamatan Koleksi Sejarah
Sebelum mulai menelusuri koleksi foto dan arsip sejarah, Megawati terlebih dahulu melakukan prosesi pemotongan pita sebagai simbol resmi pembukaan pameran. Setelah itu, ia berjalan bersama putranya, M. Prananda Prabowo, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP, serta beberapa pengurus partai lainnya menuju ruang pameran utama.
Koleksi yang dipamerkan mencakup perjalanan bangsa Indonesia dari era tahun 1965 hingga 1999, dengan penekanan khusus pada kepemimpinan Bung Karno. Selain itu, pameran juga menampilkan kisah perjalanan Megawati di kancah politik nasional, termasuk peristiwa Kudatuli dan masa Reformasi. Megawati terlihat menggandeng tangan putranya sambil menyimak penjelasan dari Bonnie Triyana, seorang sejarawan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Sejarah PDIP.
Tokoh perempuan tersebut juga mengamati bingkai-bingkai histori yang mencatat prestasi Presiden Kelima RI, baik dalam bidang ekonomi keuangan, politik, hukum, maupun lingkungan hidup dan kehutanan. Pameran kemudian berlanjut dengan menampilkan arsip foto-foto peristiwa Kudatuli yang menjadi momen penting dalam sejarah partai.
Momen Ikonik dan Rekaman Sejarah Berharga
Megawati mendapat penjelasan mengenai salah satu foto ikonik yang menunjukkan Putri Bung Karno sedang memberikan sesi wawancara dengan para wartawan setelah terpilih sebagai Ketua Umum PDI pada tahun 1993. Bonnie Triyana menjelaskan bahwa foto tersebut merupakan karya perwarta foto pada masa itu yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Dengan penuh perhatian, Megawati meninjau satu per satu foto-foto yang terpampang rapi di Ruang Museum Koleksi. Ia juga melihat dokumentasi peristiwa kelam di era Orde Baru, ketika kantor PDI yang dipenuhi massa pendukungnya diserbu dan dirusak oleh kelompok kubu Soerjadi yang didukung pemerintah Orde Baru. Salah satu foto menunjukkan kondisi Kantor PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58 Menteng yang rusak parah akibat penyerbuan tersebut.
Suasana luluh lantak kantor partai juga tergambar jelas dari foto-foto lainnya. Di salah satu ruang pameran, terdapat layar yang memutar tayangan video tentang penyerbuan Kantor PDI. Megawati tampak duduk dan menyimak tayangan video tersebut dengan saksama.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Megawati menuliskan pesan mendalam di salah satu panel akrilik yang ditempatkan di dekat pintu keluar. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi mendengarkan testimoni dari tiga tokoh pelaku sejarah peristiwa Kudatuli.
Peristiwa Kudatuli merupakan insiden berdarah yang terjadi pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Tragedi ini dipicu oleh perebutan kekuasaan Partai Demokrasi Indonesia antara kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi yang didukung pemerintah Orde Baru. Penyerbuan markas pendukung Megawati oleh massa pro-Soerjadi dan aparat memicu kerusuhan massal. Berdasarkan catatan Komnas HAM, insiden ini mengakibatkan lima orang tewas, 149 luka-luka, dan 23 orang hilang.
“Ini foto yang sangat ikonik dari perwarta foto saat itu,” ujar Bonnie Triyana saat menjelaskan salah satu koleksi foto kepada Megawati.
