Special Plan: Prabowo lantik Nanik Deyang, Agustina, dan Trenggono jadi pimpinan BGN
Prabowo Subianto Melantik Nanik Deyang, Agustina Arumsari, dan Trenggono Sebagai Pemimpin BGN
Special Plan – Dalam upacara pelantikan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/6), Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia juga melantik Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026 yang menetapkan pengangkatan dan pemberhentian pejabat BGN serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Nanik Deyang menggantikan Dadan Hindayana sebagai kepala BGN, sementara Agustina Arumsari dan Trenggono menggantikan Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya sebagai wakil kepala BGN. Proses pelantikan ini dilakukan pukul 16.30 WIB, dengan Prabowo memimpin langsung acara tersebut. Nanik, Agustina, dan Trenggono berdiri di hadapan Presiden saat pengambilan sumpah dilakukan.
“Saya berjanji setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala aturan hukum dengan penuh dedikasi demi kesejahteraan bangsa dan negara,” ujar Prabowo, yang dinyatakan oleh ketiganya dalam sumpahnya.
Setelah upacara pelantikan selesai, Nanik menandatangani berita acara pelantikan. Tindakan ini disaksikan langsung oleh Prabowo yang juga menandatangani dokumen tersebut. Selain itu, pelantikan ini menandai perubahan struktur pengurus BGN, yang sebelumnya diisi oleh Dadan Hindayana sebagai kepala dan Lodewijk Pusung serta Sony Sonjaya sebagai wakil kepala.
Peralihan Kepemimpinan karena Evaluasi Program MBG
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pergantian pejabat BGN ini merupakan hasil evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama lebih dari setengah tahun. Evaluasi ini menunjukkan kebutuhan untuk memperbaiki tata kelola dan efektivitas program yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemberian bantuan pangan.
Dalam pernyataannya, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keputusan pelantikan didasarkan pada kinerja dan keandalan para calon pemimpin baru. Nanik Deyang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN, sementara Agustina Arumsari adalah mantan wakil kepala BPKP. Trenggono, yang kini menjabat sebagai wakil kepala BGN, sebelumnya dikenal sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Kejaksaan Agung telah mengumumkan penetapan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewijk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi terkait pengelolaan program MBG tahun anggaran 2025-2026. Hal ini diungkapkan pada Rabu (3/6), setelah evaluasi pemerintah terhadap penyelenggaraan program tersebut memperlihatkan indikasi tindakan tidak jujur.
Keberadaan Tokoh Tertentu di Acara Pelantikan
Acara pelantikan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Kehadiran mereka menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap reformasi di sektor kesehatan dan pangan.
Di samping itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo juga hadir. Pemimpin organisasi Buruh, Said Iqbal, turut dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Pemilihan Said Iqbal sebagai penasihat khusus dianggap sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan serikat buruh.
Sejumlah menteri dan lembaga lainnya turut berpartisipasi dalam pelantikan, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka menggarisbawahi komitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam berbagai program nasional.
Tata Kelola BGN dan Tantangan di Depan
Pelantikan ini menggantikan posisi Dadan Hindayana dan dua wakil kepala sebelumnya, yang telah diangkat sebagai tersangka dalam kasus korupsi. Kejaksaan Agung menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap pengelolaan MBG menunjukkan adanya pelanggaran terhadap aturan tata kelola. Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewijk Pusung dikenai tindakan hukum karena diduga melakukan kesalahan dalam penggunaan dana program.
Kehadiran Nanik Deyang sebagai kepala BGN menjadi harapan baru bagi upaya meningkatkan distribusi bantuan pangan. Ia dikenal memiliki pengalaman dalam bidang kesehatan dan gizi, sehingga dianggap mampu memimpin program MBG dengan lebih efektif. Agustina Arumsari, yang kini menjabat wakil kepala BGN, memiliki latar belakang di bidang pengawasan keuangan, sementara Trenggono dikenal sebagai tokoh militer yang aktif dalam kebijakan pangan nasional.
Dalam rangkaian pelantikan, Prabowo juga melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Said Iqbal, sebagai presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan isu-isu keterlibatan buruh dalam program MBG. Ini menunjukkan upaya integrasi antara kebijakan pangan dan perlindungan hak pekerja.
Kebijakan MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat miskin. Namun, adanya dugaan korupsi menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi penggunaan dana. Pelantikan Nanik, Agustina, dan Trenggono dianggap sebagai langkah penting untuk menjamin keberlanjutan program ini serta mencegah kekacauan di masa depan.
Para pihak yang hadir dalam pelantikan menilai perubahan ini sebagai bentuk respons terhadap kecurigaan publik terhadap keandalan struktur BGN sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomi Airlangga Hartarto menyatakan bahwa reformasi di sektor gizi akan menjadi fokus utama dalam perekonomian nasional. Pada sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan berbagai stakeholder untuk memastikan keberhasil
