Jalan HM Joyo Martono Bekasi Masih Berlubang Jelang Mudik, Warga Khawatir Picu Kecelakaan

Seiring mendekatnya masa arus mudik Lebaran 2026, sejumlah bagian Jalan HM Joyo Martono di Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih dalam kondisi rusak. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga dan pengguna jalan, terutama karena potensi bahaya yang bisa terjadi saat kendaraan melewati ruas yang tidak rata.

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Minggu (15/3/2026) menunjukkan adanya lubang di beberapa titik jalan dengan ukuran beragam. Lubang-lubang ini berada di jalur yang sering dilalui oleh kendaraan bermotor hingga truk logistik. Hal ini membuat para pengendara harus ekstra hati-hati, terutama di malam hari atau saat hujan turun.

“Kalau malam agak bahaya, ya. Apalagi kalau lampu kendaraan dari arah berlawanan silau. Lubangnya kadang enggak kelihatan,” kata Rudi, seorang pengendara sepeda motor, saat diwawancarai di lokasi.

Rudi menyebutkan kerusakan jalan di wilayah tersebut sudah terjadi sejak lama. Meski beberapa kali diperbaiki, perbaikan yang dilakukan dinilai belum mampu bertahan lama. “Setahu saya jalan di sini sudah sering diperbaiki. Tapi kayaknya kalau cuma tambal sulam enggak akan mempan,” tambahnya.

Sementara itu, Rodiah (42), warga sekitar, mengungkapkan bahwa pengendara sering kali memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang. Ia menambahkan, tidak sedikit pengemudi mendadak menginjak rem ketika menyadari ada lubang di tengah jalan. “Kadang pengendara motor suka kaget karena lubangnya di tengah jalan. Pernah juga ada yang jatuh terpental karena saking kencengnya,” ujarnya.

“Khawatir kalau dibiarkan terus, apalagi nanti banyak orang mudik lewat sini,” tambah Rodiah.

Di sisi lain, Inayah (45), warga yang pernah mengalami kecelakaan di ruas tersebut, menuturkan bahwa kendaraan yang melintas sering kali harus memperlambat meski sudah berusaha hati-hati. “Kadang kita sudah pelan, tapi lubangnya dalam dan enggak kelihatan. Apalagi kalau hujan, lubangnya ketutup air,” ujarnya.

“Supaya lebih aman buat semua yang lewat,” pungkas Inayah.

Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Selama arus mudik, volume kendaraan diperkirakan meningkat drastis, sehingga kondisi jalan yang tidak memadai bisa memperbesar risiko tabrakan atau terjatuh.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menyatakan bahwa perbaikan jalan yang menjadi jalur utama arus mudik telah selesai. Namun, situasi saat ini menunjukkan bahwa beberapa bagian masih dalam kondisi tidak optimal.

Jalan HM Joyo Martono menjadi jalur utama yang menghubungkan Bekasi Timur dengan wilayah lain di Kota Bekasi. Setiap hari, ratusan kendaraan melewati ruas ini, terutama saat jam sibuk. Kondisi jalan yang rusak dianggap bisa berdampak negatif pada keamanan pengendara saat musim mudik tiba.

Antisipasi Kepadatan Mudik, Penumpang di Bandara Soetta Diminta Tiba 3 Jam Lebih Awal

Dalam konteks yang berbeda, petugas lalu lintas masih mencari tahu penyebab kecelakaan yang melibatkan motor dan pengguna air keras. Namun, fokus utama warga tetap pada keadaan jalan yang belum optimal menjelang Lebaran.