Beda Surat Makkiyah vs Madaniyah: Aqidah vs Hukum Kehidupan

Jakarta, CBNB Indonesia – Al-Quran, sebagai kitab suci Islam, turun di dua wilayah utama, yaitu Makkah dan Madinah. Nama “Makkiyah” berasal dari Mekkah, sedangkan “Madaniyah” diambil dari Madinah. Berdasarkan riwayat, terdapat perbedaan antara surah-surah yang diturunkan di kedua tempat ini. Meski sejumlah ulama menganggap riwayat dari Ikrimah dan Hasan bin Abi Al-Hasan kurang kuat dibandingkan dengan pengklasifikasian dari Ibnu Abbas, keduanya tetap menjadi referensi dalam membedakan kategori tersebut.

Dalam catatan tersebut, sebagian besar ahli mengatakan bahwa ada 29 surah yang tergolong Madaniyah dan 82 surah yang termasuk Makkiyah. Perbedaan utama antara keduanya dapat dilihat dari tiga aspek: waktu turun, tempat turun, serta tujuan pesan yang disampaikan.

1. Waktu Turun

Surat Makkiyah turun sebelum peristiwa hijrah, meskipun tidak semua ayat muncul secara langsung di Mekkah. Sebaliknya, surat Madaniyah turun setelah hijrah, dengan sebagian besar wahyu datang di Madinah. Namun, ada juga ayat yang diturunkan di lokasi lain, seperti Arafah atau Tabuk, yang tidak jelas dikategorikan ke dalam satu kelompok oleh sebagian ulama.

2. Tempat Turun

Surat Makkiyah biasanya diturunkan di wilayah Makkah dan sekitarnya, seperti Hudaibiyah, Arafah, serta Mina. Sementara itu, surat Madaniyah lebih sering muncul di Madinah dan daerah terdekatnya, seperti Quba, Sil, serta Uhud. Beberapa wahyu juga turun saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan, tetapi kategori ini masih diperdebatkan oleh para ahli.

3. Sasaran Pesan

Salah satu ciri khas surat Makkiyah adalah adanya seruan yang ditujukan kepada seluruh manusia, seperti

“wahai manusia” (يَا أَيُّهَا النَّاسُ / ya ayyuhan-nās).

Ayat ini mencerminkan upaya menyampaikan ajaran agama kepada masyarakat Mekkah yang sebagian besar belum memeluk Islam. Dalam surat Madaniyah, seruan

“wahai orang-orang yang beriman” (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا / ya ayyuhalladzīna āmanū)

menjadi indikasi bahwa pesan tersebut ditujukan kepada komunitas muslim yang sudah terbentuk di Madinah.

Dengan berbagai metode klasifikasi, para ulama menemukan ciri khusus yang membedakan kedua jenis surah ini. Meski terdapat ketidakpastian dalam beberapa kasus, kriteria tersebut tetap menjadi acuan utama dalam memahami perbedaan antara Makkiyah dan Madaniyah.