11 Jenderal di Balik Operasi Militer AS di Dunia, Siapa Panglima Asia?

Dalam setiap tindakan militer Amerika Serikat (AS), terdapat sistem komando yang mengatur operasi secara spesifik. Sistem ini disebut U.S. Combatant Commands, sebuah jaringan pengelolaan operasi gabungan yang beroperasi di berbagai wilayah atau fungsi tertentu. Departemen Pertahanan AS melaporkan bahwa saat ini terdapat 11 komando tempur yang masing-masing diberikan tugas untuk mengendalikan penggunaan kekuatan secara efektif, baik dalam situasi perang maupun damai.

Materi seperti Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Korps Marinir, dan Angkatan Antariksa bertugas menyediakan sumber daya, alat tempur, serta menjaga kesiapan operasional. Sementara itu, komando tempur berperan langsung dalam mengeksekusi tugas militer di lapangan. Ketika AS bergerak di Timur Tengah, Indo-Pasifik, Eropa, ranah siber, atau luar angkasa, biasanya satu dari 11 komando tempur yang menjadi penentu arah operasi tersebut.

1. U.S. Africa Command (AFRICOM) – Jenderal Dagvin R.M. Anderson

AFRICOM, atau Komando Tempur Afrika, menangani aktivitas militer di seluruh wilayah Afrika. Peran komando ini sangat luas, mencakup operasi pendampingan keamanan hingga penyesuaian kekuatan AS di kawasan tersebut. Salah satu contoh nyata adalah partisipasinya dalam memantau reposisi pasukan AS dari Somalia.

Sebelum menjabat sebagai komandan AFRICOM, Anderson pernah menjabat sebagai direktur pengembangan kekuatan gabungan di Pentagon. Ia dikenal sebagai pilot yang memiliki pengalaman terbang lebih dari 3.400 jam, termasuk menunggangi 16 jenis pesawat berbeda.

2. U.S. Central Command (CENTCOM) – Laksamana Brad Cooper

Di tengah konflik antara AS dan Iran, CENTCOM memainkan peran sentral dalam mengarahkan operasi militer di wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah. Komando ini menjadi pusat koordinasi utama Washington saat situasi eskalasi. Saat ini, CENTCOM dipimpin oleh Laksamana Brad Cooper, yang memiliki pengalaman luas di kawasan tersebut.

Cooper sebelumnya memimpin U.S. Naval Forces Central Command, Fifth Fleet, serta Combined Maritime Forces di Bahrain. Ia juga pernah bertugas di Afghanistan dan memiliki latar belakang akademik dari beberapa institusi ternama, termasuk U.S. Naval Academy, National Intelligence University, Harvard, dan Tufts.

3. U.S. European Command (EUCOM) – Jenderal Alexus G. Grynkewich

EUCOM, atau Komando Tempur Eropa, mengelola operasi militer di Eropa dan bertindak sebagai mediator antara Washington dengan NATO serta negara-negara sekutu. Komando ini berada di tengah wilayah yang strategis, mengingat Eropa menjadi pusat konflik dan jalur energi penting.

Markas EUCOM berada di Stuttgart-Vaihingen, Jerman, yang menempatkannya dekat dengan pusat koordinasi pertahanan Eropa. Saat ini, komando ini dipimpin oleh Jenderal Alexus G. Grynkewich, yang juga menjabat sebagai Supreme Allied Commander Europe (SACEUR) dalam NATO.

4. U.S. Northern Command (NORTHCOM) – Jenderal Gregory M. Guillot

Sebaliknya, NORTHCOM fokus pada pertahanan dalam negeri. Tugas utamanya mencakup pengamanan wilayah AS, dukungan saat terjadi bencana besar, serta perlindungan keamanan nasional. Komando ini berbeda dari komando-komando lain karena mengutamakan wilayah domestik.