Indo Crowd Funding
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi

Published 15 Oktober, 2026 · Updated 15 Oktober, 2026 · By Robert Martinez - indocrowdfunding.com

Foto : Robert Martinez - indocrowdfunding.com

Waskita Beton Precast Jaga Operasional Lewat Diversifikasi Bisnis dan Efisiensi

Indocrowdfunding.com – PT Waskita Beton Precast Tbk terus mempertahankan aktivitas usahanya di tengah dinamika industri konstruksi dengan memperkuat pengelolaan tiga lini bisnis utama serta menekan berbagai biaya operasional. Sampai dengan Triwulan III 2026, perusahaan membukukan pendapatan usaha senilai Rp1,08 triliun.

Pendapatan tersebut ditopang oleh bisnis Beton Precast sebesar Rp418,92 miliar, setara 38,8% dari total pendapatan. Lini Jasa Konstruksi menyumbang Rp389,16 miliar atau 36,1%, sementara Readymix & Quarry memberikan kontribusi Rp269,52 miliar atau sekitar 25%.

Komposisi ini menunjukkan peran seluruh unit usaha dalam menjaga kelangsungan operasi perusahaan. Beton precast, jasa konstruksi, serta readymix dan quarry saling melengkapi kebutuhan proyek yang dikerjakan di berbagai wilayah Indonesia.

Proyek Infrastruktur dan Fasilitas Pendidikan

Waskita Beton Precast terlibat dalam sejumlah pekerjaan pembangunan, termasuk penyediaan produk beton untuk Proyek New Priok Eastern Access atau NPEA Seksi 2. Perusahaan juga menangani suplai bagi Proyek Tangguh UCC Onshore, National Capital Integrated Coastal Development atau NCICD Fase A Tahap 3 Paket 1 dan 2, serta Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung.

Kegiatan perusahaan tidak hanya terkait infrastruktur konektivitas dan kawasan pesisir. Saat ini, Waskita Beton Precast juga menyelesaikan pekerjaan konstruksi Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies atau L-SSIT di Universitas Udayana. Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun turut menjadi bagian dari pekerjaan yang dijalankan.

Keberadaan proyek-proyek tersebut mencerminkan cakupan pekerjaan yang beragam, dari kebutuhan material beton dan konstruksi untuk proyek besar hingga pembangunan fasilitas akademik. Dalam setiap pelaksanaan pekerjaan, perusahaan menempatkan mutu produk, penyelesaian sesuai jadwal, serta keselamatan dan kesehatan kerja sebagai perhatian utama.

Pengendalian Biaya Menjadi Fokus

Selain menjaga sumber pendapatan dari berbagai lini, perusahaan melanjutkan langkah efisiensi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha. Sejumlah pos biaya tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Biaya penjualan berkurang Rp64,38 miliar, atau turun 9,8% secara tahunan. Sementara itu, biaya umum dan administrasi menurun Rp237,79 miliar, setara penurunan 13,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Efisiensi juga terlihat pada biaya non-contributing plant yang turun Rp6,57 miliar. Secara persentase, pos tersebut menurun 65,6% secara tahunan. Pengendalian pada berbagai komponen biaya ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga aktivitas operasional tetap selaras dengan kondisi bisnis yang dihadapi.

“Dalam menjalankan kegiatan usaha, kami terus mencermati kebutuhan operasional dan penggunaan sumber daya agar setiap langkah yang diambil selaras dengan kondisi perusahaan. Fokus kami adalah memastikan pekerjaan yang berjalan dapat ditangani dengan baik, sekaligus menjaga efektivitas pengelolaan biaya sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha ke depan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Pengelolaan biaya memiliki arti penting dalam bisnis konstruksi dan material bangunan karena pelaksanaan proyek membutuhkan perencanaan sumber daya, kesiapan produksi, serta koordinasi pekerjaan di lapangan. Dengan mengawasi kebutuhan operasional dan penggunaan sumber daya, perusahaan berupaya menjaga pekerjaan yang sedang berlangsung tetap tertangani secara baik.

Tata Kelola sebagai Landasan Usaha

Di samping aspek proyek dan efisiensi, Waskita Beton Precast menempatkan tata kelola perusahaan yang baik sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan usaha. Prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran digunakan sebagai pijakan dalam proses pengambilan keputusan.

Penerapan prinsip tersebut juga menjadi dasar bagi pelaksanaan kegiatan perusahaan agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bagi perusahaan, tata kelola tidak berdiri terpisah dari aktivitas operasional, melainkan berkaitan dengan pengelolaan usaha, penggunaan sumber daya, serta keberlanjutan pekerjaan di lapangan.

Dengan kontribusi dari tiga lini bisnis, pekerjaan pada berbagai proyek, dan pengendalian biaya yang berkelanjutan, Waskita Beton Precast berupaya menjaga kinerja operasionalnya hingga akhir Triwulan III 2026. Fokus perusahaan tetap diarahkan pada pelaksanaan proyek yang berkualitas, tepat waktu, aman, dan dikelola dengan efisien.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis?

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis matter?

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.