Key Strategy: Kemkomdigi bangun infrastruktur dorong KDKMP masuk ekosistem digital

Kemkomdigi bangun infrastruktur dorong KDKMP masuk ekosistem digital

Key Strategy – Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) sedang memperkuat upaya transformasi digital di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan keterlibatan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam perekonomian digital. Dalam pernyataan resmi yang diterima, Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, menekankan bahwa infrastruktur teknologi yang terus dibangun memiliki peran penting dalam membuka peluang pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Ia menambahkan, KDKMP dianggap sebagai salah satu elemen kunci dalam menguatkan keberlanjutan perekonomian nasional.

Kemkomdigi terus mendorong koperasi desa dan kelurahan untuk memanfaatkan teknologi secara optimal. Dalam wawancara yang dilakukan, Farida menjelaskan bahwa sinergi antara sektor kecil dan menengah (UKM) dengan kemajuan digital tidak bisa terjadi sendiri. Pihaknya menekankan bahwa diperlukan kolaborasi yang kuat antarlembaga, pelaku usaha, dan masyarakat luas agar ekosistem ini bisa berkembang secara berkelanjutan. “UKM dan koperasi desa perlu saling mendukung untuk meningkatkan kapasitas digital dan memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.

Pembangunan Infrastruktur Teknologi

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia terus berjalan pesat. Dari data terbaru, jaringan 4G sudah mencapai 98,95 persen dari total populasi. Sementara itu, layanan 5G telah tersedia di sekitar 22 persen pusat ekonomi serta kawasan perkotaan. Farida menjelaskan bahwa keberadaan jaringan ini bertujuan untuk memberikan akses internet yang lebih luas kepada masyarakat pedesaan dan kota kecil, sehingga memudahkan mereka mengakses pasar dan berpartisipasi dalam ekonomi digital.

Menurut Farida, perluasan jaringan teknologi bukan hanya sekadar meningkatkan cakupan, tetapi juga memperkuat keterhubungan antarwilayah. Ia menilai, akses yang merata bisa menjadi akselerator bagi pertumbuhan UMKM, terutama yang berada di daerah terpencil. “Dengan terbukanya jalur komunikasi yang cepat dan handal, koperasi desa akan lebih mudah mengelola usaha, mengirimkan produk, dan membangun hubungan jaringan,” kata Farida.

Peran KDKMP dalam Ekonomi Nasional

KDKMP, yang merupakan koperasi desa dan kelurahan yang bernaung di bawah konsep Merah Putih, memiliki potensi besar untuk menjadi pilar perekonomian daerah. Riza Azmi, Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi di Kementerian Koperasi, menyatakan bahwa sejak diluncurkan pada Juli 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, jumlah KDKMP yang berdiri sudah mencapai 83 ribu di berbagai wilayah. Ia menambahkan bahwa pendirian KDKMP ini bagian dari upaya modernisasi pengelolaan koperasi.

“Simkopdes, sistem informasi manajemen koperasi desa, adalah fondasi teknologi yang menjadi kekuatan utama bagi KDKMP. Platform ini membantu meningkatkan transparansi, efisiensi operasional, serta keterbukaan akses bagi anggota,” jelas Riza. Ia menekankan bahwa penguatan ekosistem koperasi desa tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kemampuan mengelola digitalisasi secara mandiri dan terstruktur.

Upaya Meningkatkan Relevansi Koperasi Desa

Sementara itu, jurnalis senior dan akademisi Universitas Padjadjaran, Abie Besman, menyoroti pentingnya pendekatan narasi yang menarik dalam mempromosikan koperasi desa kepada publik. “Jika berita tentang koperasi tidak memiliki daya tarik, maka masyarakat akan sulit menangkap manfaatnya. Cerita harus memiliki kejutan, dampak sosial, dan elemen keberlanjutan,” katanya.

Abie mengkritik ketergantungan banyak pemberitaan pada narasi yang monoton, seperti keamanan dan kegiatan seremonial. Menurutnya, narasi yang lebih humanis dan penuh makna bisa meningkatkan minat publik terhadap koperasi desa. “Koperasi bukan hanya institusi ekonomi, tetapi juga menjadi wadah untuk menggambarkan peran warga desa dalam menyejahterakan diri dan lingkungan sekitarnya,” tutur Abie.

Menurutnya, pemberitaan tentang KDKMP harus dibangun dengan pendekatan yang lebih inovatif. Misalnya, dengan menyoroti cerita sukses para anggota koperasi, kontribusi mereka terhadap pengembangan ekonomi lokal, atau peran koperasi dalam memecahkan masalah sosial. “Jika narasi ini mampu menembus media sosial dan platform digital, maka koperasi desa akan lebih mudah dikenal dan didukung oleh masyarakat,” pungkas Abie.

Challenges and Opportunities

Farida Dewi Maharani menegaskan bahwa meskipun infrastruktur digital telah membaik, masih ada tantangan besar dalam memindahkan 60 juta UMKM ke ekosistem digital. Dari angka tersebut, hanya sekitar 40 persen yang berhasil masuk ke ranah digital. “Maka, kami memperkuat program digitalisasi dengan menghadirkan solusi yang mudah diakses dan murah biaya,” kata Farida.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berupa penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat. “Koperasi desa dan UMKM perlu dipandu oleh literasi digital yang baik agar bisa beradaptasi dengan ekosistem baru,” ujar Farida. Ia menambahkan, Kemkomdigi terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya digital dalam mengelola usaha dan menjual produk.

Riza Azmi menyoroti bahwa keberhasilan KDKMP juga bergantung pada pendekatan yang tepat dalam mengelola perusahaan koperasi. Ia menjelaskan bahwa Simkopdes tidak hanya memudahkan administrasi, tetapi juga menjadi alat untuk membangun komunitas ekonomi yang lebih solid. “Koperasi Merah Putih bisa menjadi wadah yang menarik bagi banyak masyarakat, terutama jika mereka bisa melihat dampak nyata dari keanggotaan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Farida menambahkan bahwa penguatan KDKMP bisa menjadi jembatan antara teknologi dan kebutuhan masyarakat. Ia mengatakan, dengan adanya akses internet yang cepat, keanggotaan koperasi desa bisa dikembangkan secara lebih masif. “Digitalisasi koperasi desa juga akan membuka peluang kerja sama antarwarga, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara lokal,” jelas Farida.

Dalam upaya mempercepat transisi digital, Kemkomdigi juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan pelatihan dan bantuan teknis. Riza Azmi menilai, keberhasilan program ini memerlukan keterlibatan aktif dari pemangku kepentingan. “Selain infrastruktur, pendidikan dan pengawasan juga diperlukan agar transformasi digital berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi yang lebih kuat, KDKMP diharapkan bisa menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari sisi ekonomi, keberadaan koperasi desa akan mengurangi ketergantungan pada pasar luar, sementara dari sisi sosial, keanggotaan koperasi bisa memperkuat persatuan dan solidaritas warga desa.