Nezar: AI dan “blockchain” bisa cegah kebocoran perdagangan nasional
Integrasi Kecerdasan Buatan dan Blockchain untuk Mencegah Kebocoran Perdagangan Nasional
Indocrowdfunding.com – Nezar – Jakarta, Kamis — Dalam pertemuan resmi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital yang berlokasi di pusat ibu kota, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan pandangannya mengenai potensi teknologi modern dalam memperbaiki sistem perdagangan Indonesia. Ia menerima audiensi dari perwakilan Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Network (BRAIN) yang merupakan bagian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Melalui pertemuan ini, Nezar menekankan bahwa kombinasi antara kecerdasan artifisial dan teknologi blockchain memiliki peran strategis dalam mengurangi kebocoran pada rantai perdagangan nasional.
Digitalisasi dari Hulu Hingga Hilir
Menurut Nezar, proses digitalisasi yang mencakup seluruh tahapan dari hulu hingga hilir memberikan kesempatan bagi pemerintah serta pelaku usaha untuk mengidentifikasi titik-titik kehilangan secara lebih akurat. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menekan potensi terjadinya kecurangan dalam sistem perdagangan. Ia menjelaskan bahwa ketika pencatatan dalam sistem perdagangan dilakukan dengan lebih teliti, maka kebocoran dapat dicegah secara signifikan.
“Kalau bisa dibuat satu sistem perdagangan yang pencatatannya lebih akurat, kita bisa mencegah kebocoran. Produksinya juga bisa lebih baik karena kita dapat mendeteksi titik-titik kehilangan sehingga optimasi bisa dilakukan,” ujar Nezar dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa setiap perpindahan moda atau platform dalam rantai perdagangan selalu menimbulkan biaya tambahan. Oleh karena itu, arah pengembangan saat ini adalah menuju sistem yang seamless atau end-to-end, di mana proses bisnis dapat berjalan lebih efisien tanpa hambatan yang tidak perlu.
Peran Blockchain dan AI dalam Perdagangan
Nezar menjelaskan bahwa teknologi blockchain mampu menghadirkan sistem pencatatan transaksi yang transparan dan sulit untuk dimanipulasi oleh pihak tertentu. Sementara itu, kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari melakukan prediksi permintaan pasar, mengoptimalkan proses produksi, hingga meningkatkan efisiensi distribusi barang ke berbagai lokasi.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital pada sektor produktif, khususnya di bidang agroindustri yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi nasional. Nezar menilai bahwa pendekatan ini sangat sesuai dengan misi IPB dalam mengembangkan teknologi yang dapat membantu sistem perdagangan menjadi lebih baik.
“Ini bagus dan sesuai juga dengan misi IPB. Teknologi bisa membantu sistem perdagangan menjadi lebih baik, pencatatannya lebih akurat, dan berbagai potensi fraud dapat ditekan,” tambahnya.
Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi
Wamenkomdigi juga mengapresiasi perhatian serius dari kalangan akademisi terhadap perkembangan teknologi mutakhir, termasuk quantum computing dan blockchain. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi yang mendukung kebutuhan nasional.
Nezar menekankan bahwa Indonesia harus terus memantau perkembangan teknologi secara cermat. Yang paling krusial adalah memastikan bahwa solusi-solusi digital yang dikembangkan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program strategis nasional. Dengan demikian, integrasi teknologi tidak hanya menjadi tren, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
