Polda NTT raih dua rekor MURI lewat terapi kesehatan mental
Polda NTT memperoleh dua rekor MURI melalui inovasi terapi kesehatan mental
Polda NTT raih dua rekor MURI – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mencatat pencapaian luar biasa dengan meraih dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kedua rekor ini berawal dari inovasi terapi kesehatan mental yang diterapkan oleh Polda NTT, yang tidak hanya memperkuat kesehatan psikologis anggota kepolisian tetapi juga membuka akses layanan psikologis bagi masyarakat luas. Dengan keberhasilan ini, Polda NTT kembali menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan kepolisian, sekaligus menjadi contoh bagus dalam penerapan teknologi modern pada bidang psikologis.
Keberhasilan yang Dibanggakan
Rekor pertama diperoleh atas metode “Penerapan Metode Terapi Kesehatan Mental yang Efektif,” yang menggunakan teknik Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique (USEFT). Teknik ini tidak hanya memperbaiki kesehatan mental personel tetapi juga menawarkan pendekatan holistik yang menyeimbangkan aspek emosional dan kognitif. Sementara rekor kedua mencatatkan jumlah peserta terapi terbanyak, yakni 11.663 orang, dalam satu tahun terakhir. Angka ini menunjukkan efektivitas program Polda NTT dalam menjangkau masyarakat luas, termasuk warga sipil, pelaku usaha, hingga peserta didik.
Pengembangan Teknik Terapi Khusus
Polda NTT mengembangkan USEFT sebagai alat bantu yang memadukan relaksasi, refleksi diri, dan pengujian emosi. Metode ini dirancang untuk mengatasi stres, kecemasan, serta gangguan psikologis yang sering dialami oleh para anggota kepolisian, yang sering menghadapi tekanan fisik dan mental sehari-hari. Dengan pendekatan ini, para peserta terapi dapat meningkatkan kemampuan mengelola emosi, memperkuat daya tahan mental, dan mencegah burnout. Selain itu, Polda NTT juga memberikan pelatihan khusus kepada tenaga psikolog dan tenaga kesehatan untuk memastikan program ini berjalan optimal.
Dalam implementasinya, Polda NTT menerapkan USEFT melalui sesi terapi rutin yang diadakan di berbagai unit kepolisian. Prosesnya melibatkan konseling individu dan kelompok, serta pelatihan praktis yang menyesuaikan dengan kebutuhan peserta. Para peserta, baik dari kalangan internal maupun eksternal, memperoleh manfaat signifikan dari metode ini, seperti peningkatan produktivitas, pengurangan gejala kecemasan, dan peningkatan kualitas hubungan sosial. Hasil ini tidak hanya memperkuat kesehatan psikologis anggota kepolisian tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong psikologis masyarakat.
Respons Masyarakat dan Manfaat yang Dirasakan
Program terapi kesehatan mental Polda NTT telah menarik perhatian masyarakat luas, terutama karena keberhasilannya dalam menjangkau lebih dari 11 ribu peserta dalam waktu singkat. Banyak warga yang mengakui bahwa metode ini lebih mudah dipahami dan diterapkan dibandingkan terapi tradisional. Selain itu, keberhasilan ini juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga kesehatan mental lainnya untuk pengembangan metode yang lebih luas. Rekor ini menjadi bukti bahwa inovasi dari Polda NTT tidak hanya menguntungkan kepolisian tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada kehidupan masyarakat.
Dari sisi sosial, keberhasilan Polda NTT dalam meraih dua rekor MURI menunjukkan upaya untuk membangun kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan mental. Program ini juga membantu mengurangi stigma bahwa kesehatan mental hanya terkait dengan kelompok tertentu, seperti penderita gangguan psikologis berat. Dengan jumlah peserta yang signifikan, Polda NTT berhasil mengubah paradigma penanganan masalah psikologis di wilayah NTT. Hal ini tentu menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk mengeksplorasi metode yang serupa.
Langkah Selanjutnya untuk Terus Berkembang
Polda NTT berharap keberhasilan ini dapat menjadi awal dari inisiatif lebih besar dalam peningkatan kesehatan mental. Mereka menargetkan peningkatan jumlah peserta terapi seiring kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan psikologis. Selain itu, pihak kepolisian juga akan melanjutkan pengembangan teknik USEFT dengan mengintegrasikannya ke dalam pelatihan rutin bagi anggota. Dengan demikian, kepolisian dapat menjadi mitra yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan psikologis di masa depan. Rekor MURI ini juga menjadi penghargaan yang sekaligus menyemangati tim di balik program ini untuk terus berinovasi.
Dilaporkan oleh Johanes Viandinando, Andi Bagasela, dan Ludmila Yusufin Diah Nastiti
