Harga emas Antam turun lagi jadi Rp2,63 juta per gram pada Kamis

Harga Emas Antam Turun Lagi Menjadi Rp2,63 Juta per Gram

Harga emas Antam turun lagi jadi – Pasar logam mulia kembali mencatatkan pergerakan signifikan pada hari Kamis ini. Harga emas Antam turun lagi menjadi Rp2.633.000 per gram pada pukul 08.50 WIB berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia. Penurunan ini terjadi setelah harga sebelumnya berada di level Rp2.641.000 per gram, menunjukkan adanya koreksi positif bagi para calon pembeli emas batangan. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang responsif terhadap berbagai faktor ekonomi global maupun domestik.

Perubahan harga tidak hanya terjadi pada sisi penjualan, tetapi juga mempengaruhi mekanisme buyback atau pembelian kembali emas oleh PT Antam Tbk. Saat ini, harga beli kembali tercatat sebesar Rp2.383.000 per gram, mengalami penurunan Rp10.000 dibandingkan hari sebelumnya. Fleksibilitas harga ini memungkinkan investor untuk memanfaatkan momen yang tepat sesuai dengan kondisi pasar yang sedang berlangsung.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas

Beberapa faktor utama berkontribusi terhadap harga emas Antam turun lagi pada hari ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu penentu penting, dimana penguatan rupiah cenderung menekan harga emas dalam rupiah. Selain itu, sentimen pasar global terkait kebijakan suku bunga The Fed juga memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga emas batangan di Indonesia.

Permintaan domestik dari berbagai sektor juga berperan dalam menentukan arah harga. Sektor perhiasan, industri, dan investasi rumah tangga semuanya berkontribusi terhadap volume transaksi harian. Ketika permintaan menurun sementara penawaran tetap stabil, tekanan turun pada harga emas menjadi hal yang wajar terjadi di pasar.

Regulasi Pajak yang Berlaku untuk Transaksi Emas

Setiap transaksi jual beli emas di Antam dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, semua jenis emas mulai dari berat 1 gram hingga 1.000 gram dikenakan potongan pajak saat transaksi harga jual. Aturan ini memastikan bahwa setiap transaksi emas batangan memenuhi kewajiban perpajakan yang telah ditetapkan pemerintah.

Bagi konsumen yang ingin menjual kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai transaksi lebih dari Rp10 juta, terdapat ketentuan khusus mengenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan tarif sebesar 1,5 persen, sedangkan untuk yang tidak memiliki NPWP tarifnya lebih tinggi yaitu 3 persen. Potongan PPh 22 ini langsung dipotong dari total nilai buyback, sehingga konsumen menerima nilai bersih setelah dikurangi pajak.

Dalam sisi pembelian, potongan pajak juga berlaku sesuai dengan PMK yang sama. Pembeli emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas selalu disertai dengan bukti potong PPh 22 sebagai dokumen resmi yang membuktikan telah dilakukan pemotongan pajak sesuai ketentuan.

Daftar Lengkap Harga Emas Batangan Antam

Berikut merupakan rincian harga untuk berbagai pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam:

Harga emas 0,5 gram: Rp1.366.500 Harga emas 1 gram: Rp2.633.000 Harga emas 2 gram: Rp5.206.000 Harga emas 3 gram: Rp7.784.000 Harga emas 5 gram: Rp12.940.000 Harga emas 10 gram: Rp25.825.000

Harga emas 25 gram: Rp64.437.000 Harga emas 50 gram: Rp128.795.000 Harga emas 100 gram: Rp257.512.000 Harga emas 250 gram: Rp643.515.000 Harga emas 500 gram: Rp1.286.820.000 Harga emas 1.000 gram: Rp2.573.600.000

Konsumen dapat memanfaatkan informasi harga terkini ini untuk merencanakan transaksi jual beli emas sesuai kebutuhan investasi atau penggunaan lainnya. Perubahan harga yang terjadi secara berkala memberikan kesempatan bagi investor untuk timing yang tepat dalam melakukan pembelian maupun penjualan emas batangan di Antam. Dengan memantau tren harga emas Antam turun lagi, para investor dapat membuat keputusan yang lebih strategis untuk portofolio mereka.