Menag: Harmony in Diversity Award tegaskan nilai kemanusiaan
Harmony in Diversity Award: Mengukuhkan Nilai Kemanusiaan di Tengah Keberagaman Asia Tenggara
Menag – Jakarta menjadi saksi penting bagi penyelenggaraan Harmony in Diversity Award, sebuah inisiatif regional yang membawa makna mendalam bagi masyarakat Asia Tenggara. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pandangannya bahwa acara ini melampaui fungsi pemberian penghargaan kepada individu-individu tertentu. Lebih dari itu, acara tersebut menegaskan kembali urgensi nilai-nilai kemanusiaan sebagai perekat sosial yang kuat di tengah keberagaman budaya dan agama yang ada di kawasan ini.
Pernyataan Menag Nasaruddin Umar dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa penghargaan ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi lebih banyak individu dan komunitas di seluruh Asia Tenggara. Tujuannya adalah untuk memperkuat dialog antarumat beragama, meningkatkan saling pengertian, serta menciptakan harmoni yang berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan pada hari Rabu, tanggal 15 Juli, di Jakarta, dalam rangkaian acara Harmony in Diversity Award yang berlangsung meriah.
Pengakuan Terhadap Dedikasi Kardinal Orlando Quevedo
Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah pemberian penghargaan kepada Kardinal Orlando Beltran Quevedo. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi beliau selama puluhan tahun dalam membangun perdamaian dan dialog antaragama di wilayah Mindanao. Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa kiprah Kardinal Orlando Quevedo di Mindanao menunjukkan contoh nyata bagaimana perdamaian dapat dibangun melalui kasih sayang, rekonsiliasi, serta penghormatan terhadap martabat dan hak-hak dasar setiap manusia.
Kardinal Quevedo telah menjadi figur penting dalam proses perdamaian di Mindanao, Filipina. Upayanya dalam menjembatani perbedaan antara berbagai kelompok masyarakat telah memberikan kontribusi signifikan bagi stabilitas kawasan tersebut. Penghargaan ini bukan hanya untuk beliau pribadi, tetapi juga sebagai pengakuan terhadap peran agama dalam menciptakan kedamaian sosial.
Filosofi Dialogue of Life Menurut Halimah Yacob
Halimah Yacob, yang menjabat sebagai Patron Harmony in Diversity Award, menyoroti filosofi “Dialogue of Life” yang menjadi landasan acara ini. Filosofi ini meyakini bahwa harmoni dibangun melalui hubungan-hubungan sederhana dalam kehidupan sehari-hari antara orang-orang dari latar belakang agama dan komunitas yang berbeda. Pernyataan beliau menekankan bahwa harmoni bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap akan selalu ada. Setiap generasi harus secara sadar berupaya memelihara dan memperkuatnya.
“Individu maupun organisasi yang kita beri penghargaan hari ini mengingatkan kita bahwa harmoni dibangun melalui pilihan-pilihan sederhana setiap hari: untuk mendengarkan, menghormati, dan membangun jembatan di tengah berbagai perbedaan yang kita miliki,” kata mantan Presiden Singapura ini.
Sebelumnya, Halimah Yacob berkesempatan mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Menurut beliau, terowongan tersebut telah menjadi simbol harmoni antarumat beragama dan mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat saling pengertian serta hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman. Kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya ruang-ruang fisik yang memfasilitasi pertemuan antarumat beragama dalam menciptakan harmoni sosial.
Kolaborasi Temasek Foundation dan 5P Global Movement
Harmony in Diversity Award, yang digelar oleh Temasek Foundation bekerja sama dengan 5P Global Movement, memberikan penghargaan kepada individu-individu di Asia Tenggara yang telah menunjukkan kontribusi luar biasa dalam membangun harmoni di antara masyarakat dari berbagai latar belakang budaya. Penyelenggaraan perdana penghargaan ini didahului oleh proses nominasi tingkat regional yang menerima lebih dari 70 nominasi dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Jumlah nominasi yang mencapai lebih dari 70 ini mencerminkan banyaknya individu dan organisasi yang setiap hari berupaya memperkuat harmoni di komunitas mereka. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ng Boon Heong selaku Executive Director and Chief Executive Officer Temasek Foundation dan Pendiri 5P Global Movement M. Arsjad Rasjid. Kehadiran para tokoh penting ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung inisiatif regional yang bertujuan menciptakan masyarakat Asia Tenggara yang lebih harmonis dan inklusif.
Acara ini bukan hanya tentang pemberian penghargaan, tetapi juga tentang membangun jaringan kolaborasi antarindividu dan organisasi di seluruh kawasan. Melalui Harmony in Diversity Award, diharapkan dapat tercipta momentum baru dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi masyarakat Asia Tenggara yang beragam namun bersatu dalam keberagamannya.
