Bandara Internasional Syamsudin Noor penuhi gizi 127 anak Banjarbaru

Bandara Internasional Syamsudin Noor penuhi Kebutuhan Gizi Anak Banjarbaru

Bandara Internasional Syamsudin Noor penuhi gizi 127 – Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan kembali mendapatkan perhatian positif berkat program kemanusiaan yang digagas oleh PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor. Melalui inisiatif yang dirancang untuk mengatasi masalah gizi anak, perusahaan penerbangan ini telah berhasil menjangkau 127 anak-anak setempat dengan paket nutrisi lengkap. Langkah preventif ini diambil sebagai upaya konkret dalam menurunkan angka stunting yang masih menjadi perhatian serius di tingkat nasional. Bantuan yang diserahkan mencakup berbagai komponen gizi esensial untuk mendukung pertumbuhan optimal para anak tersebut.

Program InJourney Lawan Stunting

Dalam kerangka Program InJourney Lawan Stunting, pihak bandara telah mengalokasikan dana sebesar Rp164.625.000 untuk menyediakan paket pemenuhan gizi yang komprehensif. General Manager perusahaan, Stephanus Millyas Wardana, menyampaikan bahwa kontribusi ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program percepatan penurunan angka stunting di wilayah Banjarbaru. Penyerahan bantuan dilakukan secara resmi pada hari Rabu, tanggal 15 Juli, di hadapan perwakilan masyarakat dan pihak terkait. Program ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar bandara.

“Lewat Program InJourney Lawan Stunting, perusahaan menyerahkan bantuan senilai Rp164.625.000 berupa paket pemenuhan gizi sebagai bentuk dukungan terhadap program percepatan penurunan angka stunting,” kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor Stephanus Millyas Wardana di Banjarbaru, Rabu (15/7).

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Kontribusi terhadap kesehatan anak-anak ini merupakan bagian integral dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan secara konsisten. Secara keseluruhan, total nilai bantuan yang telah diserahkan mencapai Rp319.625.000 dengan cakupan yang lebih luas. Terdapat empat sektor prioritas yang menjadi fokus utama perusahaan, yaitu kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas hunian masyarakat. Setiap sektor mendapat perhatian khusus sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat yang beragam.

Dalam bidang pendidikan, perusahaan mengaktifkan Program InJourney Cerdaskan Bangsa untuk mendukung fasilitas belajar. Melalui program ini, bantuan perbaikan halaman sekolah diberikan kepada SDN 3 Landasan Ulin Utara dengan nilai Rp30 juta. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik. Selain itu, bantuan pembangunan panggung sekolah juga disalurkan kepada SMP Negeri 15 Banjarbaru senilai Rp50 juta. Panggung tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana kegiatan seni, budaya, pembelajaran, serta pengembangan kreativitas siswa.

Kepedulian Lingkungan dan Hunian Layak

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, melalui Program InJourney Airports Peduli Lingkungan, perusahaan itu menyerahkan bantuan mesin pencacah sampah kepada LPM Guntung Payung, Desa Guntung Damar, senilai Rp25 juta. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat sehingga mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi melalui pengolahan sampah organik. Program ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi bandara yang ramah lingkungan.

Sementara itu, melalui Program InJourney Airports Rumah Layak Huni, perusahaan menyalurkan bantuan renovasi rumah senilai Rp50 juta kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sehingga lebih sehat, aman, dan layak huni. Millyas menyatakan program TJSL merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai program yang memberikan dampak nyata. Dia menyebut bandara bukan hanya menjadi pusat konektivitas transportasi udara, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Melalui program TJSL ini, pihaknya ingin berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, meningkatkan kualitas pendidikan, mendukung kepedulian terhadap lingkungan, serta membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Banjarbaru,” katanya menambahkan.